kumparan
KONTEN PENGGUNA
4 November 2018 12:05

Pengetahuan Dasar Memulai MPASI

Mungkin banyak dari Moms yang cemas ketika mendengar kata MPASI. "Saya tidak bisa masak", "Harus buat apa?", "Berapa banyak yang harus diberi?", "Seberapa halus teksturnya?" dll.
ADVERTISEMENT
Jujur, saya pun cemas karena kalau lihat postingan Moms di Instagram kok kelihatannya ribet ya. Banyak sekali istilah seperti menu tunggal, menu 4 bintang, Lemak Tambahan, EVOO (Extra Virgin Olive Oil), EVCO (Extra Virgin Coconut Oil), ELOO (Extra Light Olive Oil), UB (Unsalted Butter), Nutritional Yeast, dll. Akhirnya daripada buta, saya ikut kelas MPASI yang diadakan Asosiasi Ibu Menyusui pada saat bayi 4 bulan, supaya bisa siap-siap. Lumayan dapat banyak pencerahan. 
Apakah MPASI itu? MPASI adalah Makanan Pendamping ASI untuk bayi 6 bulan. 
Kenapa harus MPASI? Apakah ASI saja tidak cukup? Setelah 6 bulan, bayi memerlukan energi dan zat besi yang harus ditambah dari makanan, sehingga ASI saja tidak akan cukup. Oleh sebab itu, banyak bayi yang diberi resep zat besi oleh DSA. Karena kekurangan zat besi akan menyebabkan anemia dan itu akan mempengaruhi pertumbuhan otak bayi.
Jika MPASI diberikan kurang dari 6 bulan, dapat menyebabkan bayi kurang gizi, pencernaan terganggu, dll. Jadi apabila ingin memberikan MPASI sebelum 6 bulan, harus dengan rekomendasi DSA ya Moms.
ADVERTISEMENT
Perlengkapan apa yang harus disiapkan? Sebetulnya yang paling utama adalah saringan kawat, parutan, talenan, pisau, dan alat makan bayi. Kalau saya, selain itu, saya juga beli Pigeon Baby Food Maker karena cukup lengkap dan bisa dibawa traveling, slow cooker, high chair, bibs.
Bagaimana dengan bahan makanan? WHO menyarankan untuk menggunakan bahan lokal sebanyak mungkin. Jadi sesuaikan saja dengan budget kita. Kalau budget terbatas, tidak perlu memaksakan diri beli salmon. Belilah ikan kembung, karena ternyata nutrisi dari ikan kembung jauh lebih banyak dari salmon dan tentunya fresh. Intinya kita harus memilih bahan makanan yang segar, bersih dan memperhatikan higienitas saat pengolahan untuk mencegah diare. Sesuai saran DSA, semua bahan makanan boleh diberikan ke bayi, kecuali madu (setelah 1 tahun baru boleh). Karena di dalam madu dikhawatirkan ada bakteri yang berbahaya.
ADVERTISEMENT
Bolehkan ditambahkan gula garam? Menurut DSA boleh, tapi sedikit. Karena berdasarkan penelitian, apabila terlalu hambar, anak akan sulit lepas dari ASI. WHO pun tidak melarang penggunaan gula garam, tapi dibatasi karena sebetulnya MPASI itu bertujuan memperkenalkan rasa asli bahan makanan. Untuk rasa manis bisa didapat dari karbohidrat dan buah-buahan. Untuk asin bisa kita tambahkan sedikit keju cheddar. Untuk rasa gurih bisa dari kaldu, bawang putih, merah. Bawang bombai juga bisa memberikan rasa manis.
Bagaimana dengan LT (Lemak Tambahan)? Untuk LT, saya hanya berikan UB, margarin, minyak goreng dan santan. Karena sebenarnya di rumah saya jarang pakai yang lain. Dan saya pikir, kalau saya saja tidak suka, kenapa harus diberikan ke anak saya. Biasa LT juga saya pakai misalnya untuk menumis. UB untuk menu yang kira-kira cocok untuk menambah gurih.
ADVERTISEMENT
Bagaimana dengan menu? Awali dengan menu tunggal, yaitu 1 menu untuk 2-3 hari guna mengetahui apakah baby ada alergi atau tidak. Ini juga sesuai saran DSA untuk mengecek alergi. Kalau saya menu pagi dan sore hari berbeda, tapi selalu sama untuk 2 hari. Jadi dalam 3 minggu, saya sudah berikan lumayan banyak jenis makanan. Tentu di awal-awal Moms akan bingung apa yang harus disiapkan. Saran saya, buatlah list menu setiap hari supaya ada panduan. Kalaupun hari H tidak ada bahan, gunakan bahan yang ada. Intinya fleksibel ya Moms. Kalau memang tidak ada alergi, boleh di mix beberapa bahan yang sudah dicoba.
Bagaimana dengan tekstur? Untuk tekstur awal adalah puree atau full saring, nanti ditingkatkan sesuai umur. Karena diharapkan pada usia 1 tahun sudah bisa makan makanan keluarga. Tapi tergantung kemampuan anak ya Moms.
ADVERTISEMENT
Berapa banyak yang harus diberikan? Untuk tahap awal, 2-3 sendok makan. Nanti ditingkatkan secara bertahap di usia 7 bulan menjadi 125 ml (1/2 mangkuk) kemudian 250 ml (1 mangkuk) di usia 9 bulanan.
Semoga bermanfaat.
By: Risthya Arthy
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan