kumparan
KONTEN PENGGUNA
16 Mei 2019 9:16

Proses Melahirkan Baby Marie

Prosesku melahirkan baby Marie terbilang lancar dan mudah. Tidak ada kendala berarti selama proses melahirkan. Marie lahir saat usia kandungan 39 minggu. Saat itu saya melahirkan di Bandung, tempat orangtua saya, sedangkan saya saat ini berdomisili di Jakarta. Pada usia kehamilan 37 minggu saya sudah mulai cuti dan pindah ke Bandung, sedangkan suami di Jakarta.
ADVERTISEMENT
Sebagai wanita pekerja, otomatis waktu saya tidak terlalu maksimal untuk melakukan persiapan melahirkan, kecuali mengikuti seminar hypnobirthing. Oleh karena itu, saat cuti saya mulai mencoba memberdayakan diri untuk mempersiapkan fisik dan mental saya untuk melahirkan. Mulai dari rutin mengecek kehamilan ke dokter, mengikuti senam hamil seminggu sekali, berolahraga ringan di rumah menggunakan gymball, cukup istirahat dan tidur, sampai memberikan sugesti kepada anak agar proses kelahirannya lancar sambil menunggu kedatangan ayahnya ke Bandung.
Saat usia kehamilan 38 minggu, dokter mengatakan jika sudah pembukaan 1, tetapi saya belum merasakan apa-apa dan tetap beraktivitas seperti biasa. Tetapi lebih sering berjalan kaki dan menggunakan gymball sambil terus memberikan sugesti positif kepada bayi di dalam perut supaya persalinan lancar.
ADVERTISEMENT
Hari Sabtu, di minggu ke 39, suami saya datang ke Bandung. Hari Minggu malam sekitar jam 21:00 saya pergi ke rumah sakit karena intensitas kontraksi yang sudah tiap 7 menit sekali, ternyata dicek baru pembukaan 3. Saya minta untuk pulang, agar bisa lebih relax di rumah, sambil tetap berolahraga dengan menggunakan gymball untuk membuka panggul.
Malam itu saya tidak bisa tidur karena kontraksi terus menerus. Jam 04:00 dini hari akhirnya saya kembali ke rumah sakit dan ternyata sudah bukaan 6. Saya kemudian digiring ke ruang bersalin, saat pembukaan lengkap saya diminta untuk mengejan sebanyak 3 kali. Pk. 08.18, tanggal 26 November 2018 Marie lahir.
Saya percaya proses melahirkan saya yang terbilang lancar ini, karena doa, dukungan orang-orang terdekat, terutama suami, rajin berolahraga menjelang kelahiran, dan selalu memberikan sugesti positif kepada adik bayi.
ADVERTISEMENT

Tenang adalah kunci melahirkan normal, jangan takut karena tubuh kita pasti dapat menyesuaikan diri dan tetap berdoa.

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan