Untung Rugi Pakai Epidural Selama Persalinan

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Suntik epidural adalah salah satu metode mengurangi sakit saat melahirkan. Obat bius ini bersifat regional sehingga hanya bagian perut saja yang mengalami mati rasa. Sebagaimana praktik medis lainnya, suntik epidural memiliki manfaat dan risiko sebagai berikut.
Manfaat Epidural
<ul>
Merupakan bentuk penghilang rasa sakit yang paling efektif selama persalinan. Bahkan, sebagian besar perempuan mengaku mereka benar-benar terbebas dari rasa sakit selama melahirkan.
Bidan berpengalaman biasanya dapat memberikan tindakan lebih lanjut setelah ibu hamil menerima epidural, yang berarti tidak perlu menunggu ahli anestesi.
Epidural membuat Anda lebih mengendalikan pengalaman kelahiran. Anda mungkin juga masih sadar akan kontraksi.
Kondisi tubuh yang sudah dibius epidural masih bisa menjalani anestesi lokal yang lebih kuat jika perlu dioperasi caesar yang tidak terencana. Bius epidural tidak meningkatkan kemungkinan memerlukan operasi caesar.
Risiko Epidural
<ul>
Untuk sekitar satu di antara delapan perempuan, epidural tidak berfungsi dengan baik dan hanya mematikan bagian-bagian dari perut ibu hamil. Dalam hal ini, Moms akan membutuhkan penghilang rasa sakit tambahan.
Meskipun epidural memberikan pereda nyeri dengan cepat setelah bekerja, seluruh proses dapat memakan waktu hingga sekitar 40 menit untuk mendapatkan efek penuh. Ini lebih lama dari kebanyakan jenis penghilang rasa sakit lainnya.
Moms mungkin merasa menggigil atau terserang demam. Dokter dapat merekomendasikan memberi Moms parasetamol untuk mengontrol suhu Moms dan suhu si Kecil.
Moms mungkin merasa sedikit gatal terutama jika epidural tersebut merupakan epidural tulang belakang gabungan.
Kemungkinan besar Moms harus tetap di tempat tidur karena kaki akan terasa lemah atau berat. Bahkan, jika Moms bisa berkeliaran di tempat tidur, Moms tidak akan bisa berjalan-jalan. Hanya beberapa rumah sakit yang menawarkan mobile epidurals sejati.
Epidural dapat memengaruhi kemampuan Moms untuk buang air kecil. Jadi, Moms mungkin memerlukan kateterisasi urin setelah kelahiran si Kecil.
Moms akan membutuhkan lebih banyak pemantauan. Bidan akan memantau detak jantung si Kecil terus-menerus setidaknya 30 menit pada awal kehidupannya dan kemudian setelah masing-masing top-up. Bidan juga akan memeriksa tekanan darah Moms setiap lima menit selama sekitar 15 menit ketika epidural mulai bekerja dan setelah setiap top-up. Hal ini dikarenakan epidural dapat menyebabkan tekanan darah Moms menjadi turun.
Tahap kedua persalinan, tahap mendorong, dapat berlangsung lebih lama jika Moms dibius epidural. Moms mungkin tidak merasakan dorongan untuk mendorong meskipun serviks telah sepenuhnya melebar.
Ada kemungkinan lebih banyak bagi si Kecil untuk perlu dilahirkan dengan bantuan forceps atau ventouse. Ini mungkin terjadi karena epidural dapat membuat Moms lebih sulit mendorong pada waktu yang tepat.
Ada risiko kecil Moms mengalami sakit kepala. Ini bisa terjadi jika jarum epidural menusuk kantong cairan yang mengelilingi sumsum tulang belakang, menyebabkan kebocoran cairan.
Ada sekitar satu dari 100 kemungkinan hal ini terjadi, Moms akan mengalami sakit kepala parah. Biasanya, sakit kepala ini diobati dengan mengambil sedikit darah dari lengan Moms dan menyuntikkannya ke punggung Moms untuk menutup lubang yang dibuat oleh jarum (epidural blood patch). Prosedur rumit ini dilakukan setelah si Kecil lahir.
Ada risiko kerusakan saraf yang sangat kecil. Namun, risiko ini hanya dialami antara satu dalam 1.000 dan satu di antara 2.000 untuk kerusakan saraf sementara dan satu di antara 24.000 untuk kerusakan saraf permanen.
Semoga bermanfaat.
By: Babyologist Editor
Copyright by Babyologist
