kumparan
KONTEN PUBLISHER
14 Juni 2019 20:02

62 Organisasi Tekan Kekerasan Perempuan dan Anak di Kota Sorong

WhatsApp Image 2019-06-14 at 19.48.28.jpeg
Wali Kota Sorong, Lambertus Jitmau ketika meresmikan Gedung Kantor Dinas P3A, Jumat (14/6).Foto: Ana/balleo-kumparan
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Sorong, menggandeng sebanyak 62 organisasi perempuan. Kemitraan tersebut wujud keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong, guna menekan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di daerah itu.
ADVERTISEMENT
“Pemicu kekerasan yang terjadi terhadap perempuan dan anak adalah miras (minuman keras),” ujar Wali Kota Sorong, Lambert Jitmau saat meresmikan Gedung Kantor Dinas P3A, Jumat (14/6).
“Ibu-ibu yang ada di kota Sorong untuk senantiasa menjaga dan mendidik anak-anak agar terhindar dari miras yang dapat merusak masa depan generasi bangsa khususnya generasi anak Papua,” sambungnya.
Lambert Jitmau mengatakan, masalah kekerasan perempuan dan anak, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan menjadi tanggung jawab semua pihak.
"Dengan adanya gedung yang representatif maka kiranya ke depan dapat dibuat program yang berpihak pada kaum perempuan dan anak," pesan Lambert Jitmau.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas P3A, Sefnath Sangkek mengatakan, sosialisasi Undang Undang Perlindungan Anak dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga kepada masyarakat terus digalakan, ini selaras dengan tanggung jawab semua pihak dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.
ADVERTISEMENT
“Pemerintah kota Sorong tidak mampu sendiri menangani masalah perempuan dan anak, makanya kami sudah bermitra dengan 62 organisasi perempuan di daerah ini. Kami juga sudah memberikan pembekalan kepada mitra kerja, bagaimana cara mereka menangani kasus di masing-masing lingkungan,” ujarnya.
Gedung kantor dinas yang baru terdapat satu ruang khusus untuk konsultasi atau konseling. Dinas juga memaksimalkan pelibatan para pakar dibidang konseling dan keagamaan yang peduli terhadap masalah perempuan dan anak.
"Disini (kantor) kami akan tempatkan kyai, haji dan pendeta yang punya latar belakang dibidang kemanusiaan dan psikologi untuk sama-sama selesaikan persoalan perempuan dan anak. Semua persoalan yang berhubungan dengan perempuan dan anak silahkan lapor kesini," tandasnya.
Pewarta : Ana
Editor: Abdul R.F
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan