News
·
18 Februari 2021 9:38

GPI Jalan Suci Jemaat Baithani Yukase Rayakan HUT ke-1 Berlangsung Khidmat

Konten ini diproduksi oleh Balleo News
GPI Jalan Suci Jemaat Baithani Yukase Rayakan HUT ke-1 Berlangsung Khidmat (189481)
Nyanyian pujian dan syukuran GPI Jalan suci Jemaat Baithani Yukase
Gereja Pekabaran Injil (GPI) Jalan Suci Jemaat Baithani Yukase Maybrat, Papua Barat menggelar ibadah syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) yang pertama di depan gereja, Rabu (17/2).
ADVERTISEMENT
Ibadah berlangsung cukup hikmat, dan diahkir ibadah, acara ulang tahun ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun secara bersama-sama oleh pemimpin gereja GPI Jalan Suci cabang Maybrat yang disaksikan Ketua DPRD Maybrat, pihak Koramil Ayamaru Utara, pemerintahan Maybrat.
GPI Jalan Suci Jemaat Baithani Yukase Rayakan HUT ke-1 Berlangsung Khidmat (189482)
Pemotongan Kue Ultah ke-1 GPI Jalan Suci Jemaat Baithani Yukase
Ketua panitia pelaksana HUT, Amos Nauw menjelaskan bahwa pelaksanaan HUT ke-1 GPI jalan Suci Jemaat Baithani Yukase dilakukan atas dasar AD-ART GPI Jalan Suci yang menetapkan tanggal 17 Februari sebagai momen perayaan syukuran penthabisan gereja yang telah berjalan selama satu tahun.
"Peringatan HUT ini sebagai ajang sejarah yang ditetapkan untuk terus diperingati mulai dari sekarang hingga anak cucuk nantinya," ujar Amos dalam laporan kepanitiaannya.
Semoga dengan peringatan HUT ke-1 ini melibatkan jemaat GPI Jalan Susi terus mengembangkan pelayanan di semua tempat dan mampu memberikan pelayanan yang sungguh dengan mempertahankan iman dengan sungguh.
GPI Jalan Suci Jemaat Baithani Yukase Rayakan HUT ke-1 Berlangsung Khidmat (189483)
Pemotongan Kue Ultah ke-1 GPI Jalan Suci Jemaat Baithani Yukase yang dihadiri Ketua DPRD Maybrat
Ketua DPRD Maybrat, Fernando Solosa dalam sambutannya mewakili pemerintah berharap dengan satu tahun pelayanan di GPI Jalan Suci Jemaat Baiithani menjadi sebuah hal yang posetif dan merefleksi kehidupan kemasyarakatan.
ADVERTISEMENT
"Gereja hadir karena sebuha kebutuhan dan harus bermitra dengan pemerintah dan adat, karena umat Tuhan yang bernaung dalam sebuah gereja harus menjaga keharmonisan, agar dalam pelayanan gereja itu bisa berjalan dengan baik dalam sosial kemasyarakatan," harap Fernando.