kumparan
18 Feb 2019 19:20 WIB

Kasau Terima Senjata Peninggalan Operasi Irian Barat

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, SE,MM, menerima 1 pucuk senjata bersama 1 pisau sangkur dan tiga kotak amunisi dari masyarakat Wersar Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel).
ADVERTISEMENT
Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna memperlihatkan Senjata peninggalan PGT,Foto: Paul/BalleoNews-kumparan
Seperangkat peralatan perang itu merupakan peninggalan Pasukan Gerak Tjepat (PGT) TNI-AU, saat menjalankan misi Operasi Serigala pembebasan Irian Jaya kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada tanggal 19 Mei 1962. Dalam operasi pembebasan Irian Jaya tersebut, PGT TNI-AU sebanyak 81 anggota melakukan penerbangan dari Ambon dan diturunkan dengan terjun payung di wilayah Papua saat ini.
Sejarah pendaratan pertama para PGT TNI-AU ini bertempat di Werisar Teminanuan, sehingga terdapat sejumlah peninggalan peralatan perang yang ditemukan masyarakat dan disimpain baik, kemudian dikembalikan ke Kasau Seperangkat peralatan perang itu merupakan peninggalan Pasukan Gerak Tjepat (PGT) TNI-AUSeperangkat peralatan perang itu merupakan peninggalan Pasukan Gerak Tjepat (PGT) TNI-AU, Kasau Marsekal TNI Yuyu SutisnaSE,MM, Sabtu (16/2) lalu saat Napak Tilas Operasi Serigala oleh Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) TNI-AU di Lapangan Trinati Teminabuan.
ADVERTISEMENT
Senjata Peninggalan PGT,Foto:Paul/BalleoNews-kumparan
Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, SE,MM saat menerima seperangkat peralatan perang tersebut, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Werisar dan Teminabuan yang turut membantu para PGT, atau saat ini dikenal Korpaskhas TNI-AU dalam upaya pembebasan wilayah Papua kembali ke NKRI.
"Saya juga mengucapkan terima kasih atas kerelaan dan keiklasan warga Sorong Selatan, yaitu kepada ibu Yokbet dan bapak Robert yang telah menyerahkan satu pucuk senjata G3 lengkap dengan magasen dan sangkurnya yang sudah cukup dimakan usia," ungkapnya.
Senjata PGT saat merebut Irian Barat,Foto: Paul/BalleoNews-kumparan
Lebih lanjut dikatakan Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, lewat penyerahan tersebut benar-benar membuktikan seperangkat senjata itu dipergunakan dalam Operasi Serigala pada tahun 1962. Disampaikan pula bahwa senjata tersebut akan disimpan dengan baik di Museum Pusat Dirgantara di Yogyakarta. Hal ini sebagai bukti perjuangan Korpaskhas Sususma dalam rangka merebut Irian Barat akan terkenang dan tercatat di Museum Pusat Dirgantara sampai kapan pun.
ADVERTISEMENT
"Saya akan rawat supaya tidak terus dimakan usia, sehingga bisa terus dikenang oleh generasi muda. TNI-AU sudah membangun museum, untuk memberikan pembelajaran kepada generasi muda yang menggambarkan awal mula berdirinya TNI-AU sampai dengan sekarang,"ujar .
Saat ini sudah mengoleksi 50 lebih pesawat dan sudah membuat museum enjin, sedang membuat museum komunikasi dan elektrika. Saya juga akan membuat museum senjata, sehingga senjata yang tadi akan saya letakan di museum Muspusdirla dengan sebaik-baiknya. Ini bukti sejarah yang sangat baik untuk kita semua.
Pewarta:Paul
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan