SKK Migas Dorong Peningkatan TKDN di Sektor Hulu Migas

Konten Media Partner
14 Juni 2022 18:20
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan peran industri penunjang nasional dalam kancah sektor hulu minyak dan gas, SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) kembali memfasilitasi pertemuan para pemangku kepentingan (stakeholder) industri hulu migas di area operasi Papua dan Maluku (Pamalu)
zoom-in-whitePerbesar
Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan peran industri penunjang nasional dalam kancah sektor hulu minyak dan gas, SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) kembali memfasilitasi pertemuan para pemangku kepentingan (stakeholder) industri hulu migas di area operasi Papua dan Maluku (Pamalu)
ADVERTISEMENT
SKK Migas terus berkomitmen agar Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di sektor hulu migas nasional terus meningkat.
ADVERTISEMENT
Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas Erwin Suryadi mengatakan, untuk menstimulasi tumbuhnya daya saing industri-industri nasional, UMKM dan koperasi maka SKK Migas dan KKKS terus membuat program-program yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing. Sehingga pendapatan pemerintah baik pusat maupun daerah, tetap bergulir dan bahkan meningkat.
Dikatakannya, daerah Papua dan Maluku (Pamalu) adalah wilayah di Timur Indonesia dengan potensi migas yang besar. Hal ini terbukti dengan ditemukannya cadangan-cadangan gas raksasa di wilayah tersebut yang berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan pemerintah pusat, pemerintah daerah sekaligus masyarakat yang berada di wilayah operasi.
"Tingginya potensi cadangan gas di wilayah pamalu, diharapkan dapat membantu Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk mencapai target produksi 1 juta barel minyak perhari dan gas sebanyak 12 miliar kaki kubik perhari pada 2030," ungkapnya dalam pertemuan antara SKK Migas dengan Pemangku Kepentingan, yang berlangsung di Vega Hotel Sorong, Selasa (14/6).
ADVERTISEMENT
Seiring dengan hal tersebut, lanjutnya, maka SKK Migas terus berkomitmen menciptakan efek berganda industri hulu migas terhadap sektor-sektor lainnya. Sehingga terbangun kapasitas nasional yang memiliki daya saing, untuk mengejar target produksi 2030.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Oleh karena itu, sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan peran industri penunjang nasional dalam kancah sektor hulu minyak dan gas, SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) kembali memfasilitasi pertemuan para pemangku kepentingan (stakeholder) industri hulu migas di area operasi Papua dan Maluku (Pamalu).
Menurutnya, pertemuan tersebut merupakan bagian dari Pra Kegiatan Forum Kapasitas Nasional 2022, yang akan diselenggarakan di lima kota yaitu Surabaya, Batam, Sorong, Balikpapan dan Palembang. Dimana masing-masing mewakili area operasi Jawa, Bali, Nusa Tenggara (Jabanusa), Papua dan Maluku (Pamalu), Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) dan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
ADVERTISEMENT
"Kegiatan ini sejalan dengan upaya SKK Migas yang sejak 2015 terus mendorong peningkatan tingkat kandungan dalam negeri di industri hulu migas, untuk memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Pamalu Subagyo menyatakan, kegiatan ini diharapkan akan mempertemukan para pelaku industri hulu migas dan industri penunjangnya. Sehingga mereka dapat memanfaatkan peluang terkait pengadaan barang dan jasa hulu migas ataupun pengembangan potensi-potensi masyarakat yang belum digarap maupun perlu ditingkatkan lagi.
"Kami berharap forum ini juga dapat mendorong peningkatan TKDN dan juga menyerap tenaga kerja di wilayah operasi Migas lebih banyak lagi," pungkasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020