News
·
14 November 2020 19:12

Wartawan Harus Dilibatkan dalam Penanganan COVID-19 untuk Menyampaikan Informasi

Konten ini diproduksi oleh Balleo News
Wartawan Harus Dilibatkan dalam Penanganan COVID-19 untuk Menyampaikan Informasi (38668)
Tampak wartawan di Kota Sorong menghadiri acara pertemuan dengan Dinkes, perwakilan Unicef dan WHO, membahas perkembangan COVID-19, foto : Yanti
Dalam penanganan COVID-19, bukan saja tenaga medis yang menjadi garda terdepan. Akan tetapi, wartawan dari berbagai media massa juga merupakan garda terdepan untuk menyampaikan informasi terkait apa itu COVID-19 dan bagaimana penanganannya, agar diketahui publik.
ADVERTISEMENT
"Kepala BNPB Pusat Letjen Doni Munardo dalam rapat kerja daerah para bupati dan wali kota se-Papua Barat yang dilaksanakan tanggal 4 November lalu, menegaskan bahwa peran media massa sangat penting untuk melakukan sosialisasi dan menyampaikan informasi khususnya terkait COVID-19. Wartawan juga merupakan garda terdepan sama halnya dengan tenaga medis, dalam penanganan COVID-19," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong Hermanus Kalasuat, saat membuka acara pertemuan Koordinasi Komunikasi Resiko Pengendalian COVID-19 Bersama Wartawan Media Massa di Kota Sorong, Sabtu (14/11).
Wartawan Harus Dilibatkan dalam Penanganan COVID-19 untuk Menyampaikan Informasi (38669)
Pertemuan koordinasi komunikasi resiko pengendalian COVID-19 bersama wartawan media massa, di Kota Sorong, Sabtu (14/11), foto : Yanti
Lanjut Hermanus, mengingat betapa pentingnya peran media massa dalam penanganan COVID-19, maka saat ini BNPB Pusat bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Dewan Pers, dengan melibatkan sekitar 7.250 wartawan. Dimana untuk Papua Barat sendiri, sudah ada sekitar 43 wartawan yang bergabung di program ubah laku yang diprakarsai oleh BNPB.
ADVERTISEMENT
"Dengan melibatkan para wartawan dalam penanganan COVID-19, maka diharapkan mereka dapat mengambil peran memberikan informasi agar dapat menekan dan mengendalikan penyebaran COVID-19. Peran media dalam menyampaikan informasi yang kredibel dan jadi penyemangat, merupakan salah satu kunci penanganan pandemi COVID-19," ujar Hermanus.
Diawal pandemi, sambungnya, wartawan membantu Pemerintah dalam membendung pemberitaan hoax di media massa. Termasuk hingga hari ini terus memberitakan informasi terkait penyebaran COVID-19 yang menyejukan.
Wartawan Harus Dilibatkan dalam Penanganan COVID-19 untuk Menyampaikan Informasi (38670)
Beberapa wartawati antusias menghadiri pertemuan dengan Dinas Kesehatan, perwakilan Unicef dan WHO di Papua Barat, foto : Yanti
Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sorong Raya Lexi Sitanala, memberikan apresiasi atas kegiatan yang digelar Dinas kesehatan Kota Sorong bersama Unicef dan WHO, untuk berdiskusi dengan para awak media yang ada di Kota Sorong. "Ini merupakan wadah bagi sejumlah jurnalis khususnya yang ada di Kota Sorong, untuk mendapatkan informasi atau update terbaru terkait COVID-19 sebagai bahan peliputan di lapangan," tandasnya.
Wartawan Harus Dilibatkan dalam Penanganan COVID-19 untuk Menyampaikan Informasi (38671)
Pertemuan Koordinasi Komunikasi Resiko Pengendalian COVID-19 Bersama Wartawan Media Massa, di Kota Sorong, Sabtu (14/11), foto : Yanti