Doa dan Dzikir, ketua MPR RI, Bambang Soesatyo
12 Oktober 2019 9:30

Penusukan Wiranto adalah Sinyal untuk Perangi Terorisme

Penusukan Wiranto adalah Sinyal untuk Perangi Terorisme (2469)
Doa dan Dzikir bersama Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Saya menjenguk Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, yang menjadi korban penusukan saat melakukan kunjungan kerja ke Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/19). Pelaku yang diduga kuat terafiliasi dengan jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi ini telah diamankan oleh aparat kepolisian, untuk selanjutnya diproses dan mempertanggungjawabkan tindakannya di hadapan hukum.
ADVERTISEMENT
Kondisi Pak Wiranto setelah menjalani operasi sudah membaik. Saat ini beliau dalam proses recovery. Menurut keterangan dokter Pak Wiranto mengalami pendarahan dalam di bagian perut akibat tusukan mengenai usus halusnya, sehingga mengeluarkan darah hingga sekitar 3,5 liter. Mohon doa masyarakat agar kondisi beliau segera pulih dan bisa kembali menjalankan tugas kenegaraan.
Kejadian penusukan Wiranto sangat mengejutkan dan menjadi sorotan dunia internasional. Namun, saya berpesan masyarakat tak perlu takut. Aparat kepolisian sudah bertindak cepat sesuai ketentuan perundangan. 
Saya yakin aparat kepolisian mampu menyelesaikan kasus ini dengan baik dan cepat. Pelaku akan segera mempertanggungjawabkan tindakannya di hadapan hukum. Di sisi lain, kejadian ini harus menjadi warning bagi aparat keamanan agar tidak terulang kembali. Tak hanya pejabat, semua warga negara harus mendapatkan perlindungan dan rasa aman dalam beraktivitas.
ADVERTISEMENT
Kejadian penusukan Wiranto harus semakin menguatkan ikatan persaudaraan sebangsa untuk bergandengan tangan melawan terorisme. Mengingat para teroris melancarkan aksinya tanpa pandang bulu, anak kecil, remaja, orang tua, ibu rumah tangga, pengusaha, sampai pejabat publik bisa menjadi serangan kebiadabannya.
Penusukan Wiranto adalah Sinyal untuk Perangi Terorisme (2470)
Usai menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Jumat malam (11/10/19). Foto: dok. Pribadi
Melalui Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang disahkan DPR RI pada 2018 lalu, secara aturan hukum Indonesia sudah sangat progresif dalam menanggulangi serangan teroris. Polri dan TNI telah dibekali berbagai bekal untuk melindungi rakyat dari terorisme. Karenanya, apa yang terjadi pada Wiranto tak boleh lagi menimpa rakyat Indonesia lainnya.
Terkait pelantikan Presiden dan Wakil Presiden tanggal 20 Oktober mendatang saya menjamin akan berlangsung aman. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Polri, TNi, BIN, Menteri Luar Negeri, dan sejumlah pihak lainnya untuk memastikan pelantikan Presiden berjalan aman dan khidmat.
ADVERTISEMENT
Saya jamin pelantikan berlangsung aman di dalam kawasan MPR RI. Saya berharap semua pihak bersama menjaga pelaksanaan pelantikan berjalan aman. Karena bila tidak, yang akan tercoreng nama baik Indonesia di dunia internasional dan akan berdampak buruk pula kepada kondisi ekonomi Indonesia, (*)