kumparan
KONTEN PUBLISHER
13 April 2019 8:54

12 Calon Mahasiswa Tunanetra Terdaftar UTBK SBMPTN 2019 di Bandung

tunanetra.jpg
Penyandang disabilitas tunanetra di Bandung berjalan mundur memprotes ketidakadilan. (Foto: Agus Bebeng/Bandungkiwari)
BANDUNG, bandungkiwari – Sebanyak 12 penyandang disabilitas tunanetra terdaftar mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 di Bandung. Semuanya bakal mengikuti ujian di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jalan Setiabudi, Bandung.
ADVERTISEMENT
“Catatan di UPI ada tunanetra sebanyak 12 orang. Itu sepenuhnya dilayani di UPI tidak disebarkan ke tempat lain,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UPI, Solehudin, dalam jumpa pers di Bandung.
UTBK berlangsung selama 24 sesi yang diselenggarakan tiap Sabtu-Minggu. Satu sesi terbagi dalam dua, yakni pagi pukul 07.30-11.45 dan siang pukul 12.30-16.45. Hari perdana UTBK adalah Sabtu dan Minggu 13-14 April 2019.
Di bandung, UTBK diselenggarakan 5 kampus negeri, yaitu UPI, Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati.
Koordinator Pengembangan Sistem dan Implementasi UTBK Arry Bainus mengatakan, secara nasional ada 74 orang tunanetra yang ikut UTBK SBMPTN 2019.
ADVERTISEMENT
Khusus untuk soal UTBK tunanetra, Arry mengatakan pihaknya sudah melakukan uji coba. Praktiknya, peserta tunanetra akan dibantu screen reader dan head set dalam memahami soal ujian.
Selama ujian, peserta tunanetra akan ditinggal tanpa pendamping. Pendamping sendiri sudah diajukan sebelumnya.
Pelaksanaan ujian dilakukan di ruangan khusus. “Di ruangan khusus dan sesi khusus di sesi ke-9 dan sesi ke-17. Waktunya sama,” terang Arry.
Ia menambahkan,secara nasional, UTBK yang didukung 762 server akan diikuti 1,2 jutaan peserta dan dilayani di 2.758 ruang ujian. (Iman Herdiana)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan