kumparan
KONTEN PUBLISHER
3 Januari 2020 5:19

7 Orang Meninggal Akibat Banjir dan Longsor di Jawa Barat

030119-Tanah Bergerak di Sumedang_Istimewa.jpg
Ilustrasi tanah bergerak di Kabupaten Sumedang (Foto: istimewa)
BANDUNG, bandungkiwari - Sedikitnya tujuh orang meninggal, empat orang hilang dan 15 orang luka-luka dalam akibat bencana banjir dan longsor di Jawa Barat. Titik-titik banjir dan longsor ini terdapat di Kabupaten Indramayu, Kota Cimahi, Kota Sukabumi, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Karawang, serta Kota dan Kabupaten Bogor.
ADVERTISEMENT
‘Korban meninggal akibat banjir paling menonjol berada di Kabupaten Bogor,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Saptono Erlangga, Kamis (2/1).
Selain menelan korban jiwa, bencana ini mengakibatkan kerugian materi berupa 4.000 unit rumah terendam dan sekitar 300 unit rumah rusak.
"Secara umum kejadian bencana alam hingga pukul 05.00 WIB diketahui bahwa bencana tersebar di 40 titik bencana banjir, 40 titik longsor, satu titik jalan amblas, dua titik pergerakan tanah, dan dua titik pohon tumbang," kata Saptono.
Saptono menjelaskan, di Kampung Sinar Harapan, Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, misalnya, paling tidak ada empat orang meninggal dunia akibat terbawa arus saat terjadi banjir. Sedangkan tiga orang belum ditemukan, dan 12 orang luka-luka serta beberapa rumah terendam air dan rusak.
ADVERTISEMENT
Lalu di Kampung Parung Sapi, Desa Kalong Sawah, Kecamatan Jasinga, sekitar 50 warga terisolir di dalam rumah dan belum bisa dievakuasi karena terisolir banjir. Warga yang terisolir masih bertahan di atas rumahnya dan satu orang hilang diduga hanyut terbawa arus air.
Adapun bencana longsor di Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor, mengakibatkan satu orang meninggal dunia.
Selain itu sedikitnya dua korban meninggal dunia akibat longsor juga terjadi di Kampung Cibeureum, Desa Curugbitung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.
Kerusakan terjadi di Kampung Cilaya, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor yang disebabkan jalan amblas di kawasan itu. "Jalan amblas sepanjang kurang lebih 40 meter dan ketinggian sekitar 50 cm serta kondisi saat ini tidak dapat dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat namun bisa dilalui pejalan kaki," ujar Saptono.
ADVERTISEMENT
Bencana lain berupa pergerakan tanah terjadi di Dusun Sadarayna, Kampung Sindangsari serta TPT jalan kabupaten di Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang.
Ada pula kejadian pohon tumbang di Dusun Mariuk, Desa Sukamulya, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang. Di mana tiga unit rumah rusak. Kejadian serupa terjadai di Jalan Raya Garut–Tasikmalaya, Kecamatan Kersamanah yang mengakibatkan arus lalu lintas terganggu. (Ananda Gabriel)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan