kumparan
search-gray
News13 Juni 2018 19:29

Jalur Bandung-Garut Macet 20 Kilometer, Kendaraan Tertahan Belasan Jam

Konten Redaksi Bandung Kiwari
Jalur Bandung-Garut Macet 20 Kilometer, Kendaraan Tertahan Belasan Jam (1290673)
Kemacetan di Nagreg, Kabupaten Bandung. (Arie Nugraha)
BANDUNG, bandungkiwari – Kemacetan mengular sepanjang 20 kilometer dari Rancaekek Kabupaten Bandung sampai dengan Malangbong, Garut, Jawa Barat, pada H-2 Lebaran 2018, Rabu (13/6/2018).
ADVERTISEMENT
Tercatat, kemacetan terjadi mulai pukul 04.00 - 17.00 WIB. Penyebabnya tidak lain karena peningkatan jumlah kendaraan yang hendak menuju Tasikmalaya dan Garut. Jalur ini juga menghubungkan pemudik dengan wilayah Jawa Tengah.
Wakil Komandan Pos Pemantau Arus Kendaraan Nagreg Kabupaten Bandung, Ruddy Heriadi, mengatakan berbagai rekayasa lalu lintas telah dilakukan untuk meminimalkan kemacetan. Tetapi, upaya tersebut hanya bisa meredam peningkatan jumlah kendaraan pemudik yang hendak melintas.
“Selain rekayasa jalan raya, kita juga mengimbau tentang adanya jalur alternatif, sudah diberitahukan untuk mengurangi beban kendaraan di jalur Nagreg,” kata Ruddy Heriadi di Pos Pemantau Arus Kendaraan Nagreg, Kabupaten Bandung.
Menurutnya, membludaknya arus kendaraan karena prosesi mudik yang terjadi secara berbarengan.
“Jadi sebetulnya sudah banyak cara bertindak atau pun rekayasa lalu lintas yang digunakan, mulai dari penggunaan Jalur Cijapati atau pun Monteng, dan bahkan sekalipun di Cagak, Nagreg, yang menjadi vital,” paparnya.
ADVERTISEMENT
Ia menjelaskan, Jalan Cagak Nagreg adalah jalan memilah antara melewati Tasikmalaya atau melewati Garut.
Ruddy mengakui, setiap tahunnya pada masa berlangsung perjalanan mudik Lebaran, Nagreg merupakan salah satu jalur primadona bagi pengguna jalan yang akan menuju kampung halaman.
Hal itu terlihat dari jumlah kendaraan yang terus meningkat setiap harinya. Saat ini arus kendaraan di jalur Nagreg kembali normal dengan kecepatan mencapai 40 kilometer per jam.
Pos Pemantau Arus Kendaraan Nagreg Kabupaten Bandung memperkirakan pada H-2 Lebaran 2018 merupakan puncak masa perjalanan mudik meski jumlah kendaraan yang melintas hanya mengalami penaikkan tidak terlalu besar. (Arie Nugraha)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white