kumparan
16 Mei 2018 10:07 WIB

Mahasiswa Unpad Asal Cirebon Ditantang Bikin Skripsi Kelautan

Perkuliahan di Kampus Unpad. (Humas Unpad)
BANDUNG, kiwaribandung - Sebanyak 68 peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) asal kota Cirebon berhasil diterima di Universitas Padjadjaran (Unpad) tahun akademik 2018/2019.
ADVERTISEMENT
Peserta yang lulus ini mendapat apresiasi langsung oleh Penanggung Jawab Wali Kota Cirebon Dr. H. Dedi Taufik, M.Si.
“Saya berharap mereka bisa menjadi salah satu agent of change, terutama untuk kemajuan kota Cirebon,” ujar Dedi dalam acara pemberian apresiasi di hadapan para siswa yang lulus SNMPTN Ke Unpad, di Cirebon, Jumat (11/5/2018), melalui siaran persnya.
Dedi mengaku pihaknya selalau berupaya menyediakan beasiswa bagi mereka yang berkuliah di Unpad. Ia juga telah memerintahkan Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP4D) Pemkot Cirebon untuk dapat membantu mahasiswa saat mengerjakan skripsi nantinya.
Selanjutnya, Dedi mendorong agar skripsi yang ditulis mahasiswa di tingkat akhir nanti relevan dengan upaya memajukan Cirebon. Sebagai contoh, bagi mahasiswa yang mengambil studi di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad bisa mengambil tema skripsi tentang sektor kemaritiman di Cirebon.
ADVERTISEMENT
“Bentangan pantai kita ada sekitar 7 kilometer,” tambah Dedi.
Sementara Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Dr. Arry Bainus, M.A, menyampaikan, animo siswa yang mendaftar ke Unpad melalui jalur SNMPTN sangat tinggi.
Unpad sendiri terus meningkatkan kuota penerimaan mahasiswa baru asal kota Cirebon dari jalur SNMPTN. Meski memiliki peminat sangat tinggi, Arry tetap mendorong agar pola pendaftaran SNMPTN tersebut tidak menumpuk di satu program studi tertentu.
“Strategi untuk mengambil jalur undangan (SNMPTN) itu harus benar-benar dipelajari. Jangan berkumpul di satu program studi favorit. Harus menyebar,” ujarnya.
Pemilihan program studi diharapkan juga bisa disesuaikan dengan strategi kebijakan yang akan dilakukan Cirebon ke depannya. Hal ini akan melahirkan sumber daya manusia yang siap dan relevan dengan berbagai program pembangunan di Cirebon.
ADVERTISEMENT
“Kalau tidak ada SDM-nya, justru orang dari luar yang akan masuk,” kata Dr. Arry. (Iman Herdiana)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan