kumparan
31 Agu 2019 13:26 WIB

Melawan Represi Penguasa dengan Festival Kampung Kota

Foto-foto: Assyifa
BANDUNG, bandungkiwari - Reruntuhan bangunan RW 11 Tamansari Bandung masih menjadi saksi betapa masih ada aksi represi penguasa menggusur rumah warga demi membangun proyek rumah deret. Reruntuhan inilah yang dipilih sebagai tempat dihelatnya Festival Kampung Kota (FKK) 2. Festival ini hadir sebagai bentuk perlawanan yang mengubah titik konflik, menjadi ruang publik.
ADVERTISEMENT
Menurut Koordinator Acara FKK 2, Sony, diadakannya FKK 2 di reruntuhan bangunan RW 11 Tamansari merupakan upaya untuk menyadarkan masyarakat, bahwa sedang ada permasalahan yang terjadi di Tamansari, khususnya di RW 11. Selain itu, di luar klaim Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung yang menyebutkan, bahwa rencana pembangunan rumah deret telah sesuai dengan hak asasi manusia, menurut Sony justru masih ada pelanggaran prosedural yang dilakukan oleh Pemkot Bandung.
"Jadi kita ingin menyadarkan publik, terutama warga Tamansari, bahwa yang sedang kita lakukan adalah memperjuangkan hak-hak yang seharusnya kita dapatkan," tutur Sony, di Tamansari, Jumat (30/8).
Menurut Eva Eryani Effendi, salah seorang warga RW 11 Tamansari, melalui FKK 2, warga ingin menyampaikan, bahwa ruang hidup warga RW 11 Tamansari harus tetap dipertahankan. "Mungkin khalayak ramai juga seharus tahu, bahwa RW 11 masih ada, warga kami masih banyak, dan rumah-rumah kami juga tetap kami jaga dengan baik, apalagi lingkungan di sini tetap kami pelihara," ujar Eva.
ADVERTISEMENT
"Merayakan Solidaritas" dipilih sebagai tema FKK 2 ini. Pemilihan tema ini dipicu oleh banyaknya peristiwa yang terjadi, salah satunya adalah penggusuran di berbagai daerah, seperti Bekasi ataupun Kulon Progo. Selain itu, menurut Sony terdapat peristiwa represif yang dilakukan oleh aparat dalam beberapa aksi demonstrasi. Sehingga, solidaritas antara kolektif yang fokus pada gerakan sosial perlu untuk dibangkitkan kembali.
Sebelumnya, FKK pernah diselenggarakan pada akhir tahun 2017 di Dago Elos. Kemeriahan FKK sebelumnya juga menjadi pemantik diselenggarakannya FKK untuk kedua kalinya. Namun, jauh di luar itu, menurut Sony terdapat hal yang dinilai genting dan menjadikan gelaran ini penting untuk dilaksanakan.
Sekitar bulan Agustus 2019, terdapat isu mengenai penggusuran di Tamansari. "Jadi, menurut kita penting untuk meramaikan kembali aktivitas di Tamansari," ungkap Sony. FKK 2 ini pun menjadi salah satu bentuk implementasinya.
ADVERTISEMENT
FKK 2 dinilai memiliki konsep yang berbeda dengan festival yang pada umumnya diselenggarakan. Pasalnya, festival ini dilakukan secara gotong royong tanpa adanya sponsor dari pihak luar. Bahkan, Sony mengaku, ketika terdapat grup musik yang ingin tampil, mereka harus merogoh kocek untuk keperluan seperti sound system dan lain sebagainya.
Acara yang dibuka pada Jumat (30/8) ini akan berlangsung selama sebulan penuh hingga 29 September 2019 mendatang. Melalui acara ini, diharapkan semakin banyak solidaritas yang bergabung dalam perjuangan warga Tamansari. "Kedua, makin banyak solidaritas yang aware dengan isu-isu sosial, isu-isu demokrasi yang sekarang sedang terancam," ujar Sony. (Assyifa)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan