Pencarian populer

Meracik Kopi Rasa Barista Tunanetra

Pelatihan barista untuk tunanetra di Wyata Guna, Jalan Padjadjaran, Bandung. (Foto-foto: Agus Bebeng/Bandungkiwari)

BANDUNG, bandungkiwari - Apa yang anda bayangkan ketika seorang tunanetra, dengan keterbatasan penglihatan meracik kopi untuk anda? Tentu akan membuat anda terheran membayangkan kawan-kawan disabilitas tunanetra melakukan pekerjaan yang menuntut kejelian dalam mengolah biji-biji hitam tersebut.

Namun sebaiknya jangan dibayangkan, langsung saja lihat di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyata Guna, Jalan Padjadjaran, Bandung. Sebanyak 6 orang disabilitas netra terdiri dari lima perempuan dan satu pria sedang mengikuti pelatihan diri melakoni profesi menjadi seorang barista.

Barista alias profesi peracik kopi memang sedang menjadi profesi yang bersinar saat ini. Apalagi seiring perkembangan meningkatnya minat penyuka kopi dan menjamurnya Kafe yang membutuhkan keterampilan barista.

Hari itu memang sedang diselenggarakan pelatihan barista yang merupakan "Gawe bareng Siloam Center for The Blind dari Korea, bersama BRSPDSN Wyata Guna". Sebuah pelatihan yang dibuat untuk memberdayakan disabilitas netra agar memiliki keterampilan dalam mengolah kopi.

Kepala BRSPDSN Wyata Guna, Sudarsono, usai penandatanganan nota kesepahaman dengan Siloam menyatakan pelatihan tersebut memang diselenggarakan untuk meningkatkan keterampilan khusus penyandang disabilitas netra.

"Instruktur pelatihan ini dari Korea yang sudah mempunyai pengalaman dalam pelatihan-pelatihan barista," jelasnya, Rabu (13/3).

BRSPDSN Wyata Guna mendapat kehormatan dipilih menjadi bagian untuk pengembangan pelatihan barista di Indonesia dari Siloam selama kurang lebih empat bulan.

Menurut Sudarsono, pada tahap awal instruktur barista dari Korea akan mengajarkan instruktur dari Wyata Guna, untuk kemudian mengajarkan cara meracik kopi kepada penyandang disabilitas netra lainnya.

Seusai pelatihan yang langsung dikelola oleh Siloam para peserta akan mendapat sertifikat barista. Di mana sertifikat tersebut dapat digunakan para peserta untuk terjun ke dunia peracikan kopi, bahkan Siloam sendiri akan membuat tempat yang menyerap para peserta pelatihan untuk bekerja di tempat tersebut.

Namun sebenarnya pada pelatihan ini, para peserta yang terlibat tidak mengalami kebutaan total, tetapi penyandang disabilitas low vision.

Sementara itu menurut Sekjen Siloam Center For the Bind, Donh Ic Choi, pelatihan keterampilan barista profesional secara gratis untuk disabilitas netra telah diselenggarakan di berbagai negara sejak 2009 lalu.

"Dua tahun lalu kami mengerjakan pelatihan kedai kopi ini di Mongolia. Kami melatih barista tunanetra dan membuka kedai kopi di Mongolia," tegasnya di hadapan awak media, Rabu (13/3).

Menurut Donh Ic Choi, sampai saat ini di Korea Selatan Siloam telah membuka kedai kopi yang dibangun secara khusus untuk disabilitas dan mempekerjakan mereka di dalamnya.

Sementara pemilihan BRSPDSN Wyata Guna merupakan salah satu dari empat tempat yang memiliki sarana pelatihan untuk tunanetra di Indonesia.

"Bukan hanya di Bandung mungkin akan ke daerah lain seperti Bali, Jakarta atau tempat lain," ungkapnya.

Donh Ic Choi, sendiri menjelaskan pelajaran yang akan didapat para peserta bukan hanya kemampuan dalam mengolah kopi menjadi American, Late, atau Ekspreso, tetapi pada aspek lain seperti etika.

Di sisi lain, seorang peserta barista perempuan, Siti Fatimah Iskandar menyambut hangat kegiatan pelatihan barista untuk menambah keilmuannya dalam meracik kopi.

Meski kata Siti, dia tidak menduga akan lolos seleksi karena dirinya hanya sebatas orang yang menyukai kopi, bukan penikmat kopi.

Dalam penjelasannya, Siti akan dididik selama empat bulan, dengan berbagai pengetahuan mengenai kopi. Mulai dari pembahasan benih, proses penanaman, memanen, sampai menyajikannya dalam secangkir kopi.

"Yang jelas ini tantangan buat saya. Saya mendapat pemahaman tentang barista. Apalagi saya mendapat kabar akan ada rencana dibuat kafe," ujar Siti Fatimah Iskandar.

Senada dengan itu, Sudarsono, mengatakan seusai pelatihan para peserta akan diajari cara membuka bisnis kopi. Pihak Siloam Center for The Blind Korea juga akan turut membantu dengan menghadirkan kafe di Kota Bandung.

Tentu tidak menutup kemungkinan dari delapan orang disabilitas netra yang mengikuti pelatihan barista ini, kelak kita akan disuguhi racikan kopi dari tangan mereka. Di kedai-kedai kopi yang menawarkan sensasi rasa kehidupan dari warisan kopi peninggalan kolonial. (Agus Bebeng)

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Rabu,22/05/2019
Imsak04:25
Subuh04:35
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.22