kumparan
15 Mei 2018 8:44

Pemkot Bandung Akui Car Free Day dan Car Free Night Gagal Kurangi Kendaraan

Lalulintas di Kota Bandung. (Foto: Iman Herdiana/Bandungkiwari.com)
BANDUNG, bandungkiwari - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung ‎akan mengevaluasi Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN). Program ini dinilai tidak efektif mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum, jalan kaki ataupun bersepeda.
ADVERTISEMENT
Padahal, menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Didi Ruswandi, fungsi area bebas kendaraan tersebut awalnya digulirkan agar masyarakat tidak menggunakan kendaraan pribadi.
“Kita ingin mengembalikan kembail CFN dan CFD ke marwah semula, bahwa semangatnya dibangun dalam rangka Program Langit Biru, jadi mengurangi emisi gas buang," terang Didi di Plaza Balai Kota, Jalan Wastukencana, Senin (14/5/2018).
Didi menuturkan selama ini gelaran area bebas kendaraan memang bersih dari lalu lalang kendaraan bermotor. Namun, semangat untuk menggunakan transportasi umum ataupun bersepeda justru tidak tumbuh secara signifikan.
Selain itu, area CFD ataupun CFN juga menjadi lebih banyak dihuni oleh para pedagang, kemudian banyak puntung rokok bertebaran ketimbang aktivitas olah raga.
Padahal, kata dia, program tersebut dibuat untuk menekan polusi udara di Kota Bandung.
ADVERTISEMENT
Didi menuturkan nantinya program area bebas kendaraan akan dikaji ulang. Termasuk kegiatan di dalamnya diatur soal area berjualan, lalu acara hiburan ataupun aktivitas lainnya di luar tujuan semula.‎
"Masih harus ada rapat lanjutan. Tadi baru awalnya apakah ini mau dikembalikan ke marwah semula, atau memang mau mengakomodir di luar itu. Di situ boleh berjualan, makanan atau minuman, tetapi di persil," ulasnya.
Termasuk di dalamnya gelaran area bebas kendaraan ini juga harus dipertimbangkan soal kawasan parkir di dekat wilayah CFD atau CFN. Sebab, sekarang ini dia melihat warga yang datang tetap membawa kendaraan pribadi. (Utara Jaya)‎
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan