Pencarian populer

Taman Bacaan Hendra, Bertahan di Tengah Pusaran Digital

Taman Bacaan Hendra, di Jalan Sabang No. 28, Bandung. Taman baca ini sudah berdiri sejak 52 tahun lalu. (Mega Dwi Anggraeni)

BANDUNG, bandungkiwari – Taman baca mungkin menjadi “sesuatu” yang ajaib dan asing di zaman yang mulai tergantung pada teknologi digital. Meski bagi generasi 90-an ke belakang, taman baca alias perpustakaan adalah sesuatu yang canggih, bahkan keren.

Salah satu taman baca yang kini masih bertahan di tengah pusaran digital itu adalah Taman Bacaan Hendra, di Jalan Sabang No. 28, Bandung. Taman baca ini sudah berdiri sejak 52 tahun lalu.

Sekarang Taman Bacaan Hendra masih aktif meski sepi pelanggan. "Dulu yang ngurus Oma. Sembari ngurus anak, Oma juga ngurus taman bacaannya. Sementara Opa kerja," kata Nugroho, Sabtu sore (15/6).

Nugroho mulai membantu mengurus taman bacaan itu sejak kuliah, sekitar tahun 1996. Sampai sekarang, dia masih membantu mengurus kartu-kartu anggota taman bacaan.

Nougroho sempat menyaksikan kejayaan tempatnya bekerja. Ketika koleksi buku Taman Bacaan Hendra selalu laris dipinjam. Para anggota harus rela antre demi bisa menikmati koleksi buku terbaru atau sambungan komik.

"Karena dulu banyak sekali buku yang keluar, biasanya kita membeli beberapa buku untuk satu judul," kata Nugroho yang juga kerap membantu berbelanja buku untuk menambah koleksi.

Awalnya, Taman Bacaan Hendra hanya sebuah perpustaan kecil di sebuah garasi rumah di Jalan Sabang itu. Buku-buku koleksinya pun terbatas.

Lantaran saking banyak yang menyewa buku, koleksi pun bertambah, hingga Oma pun memindahkan rak dan koleksi bukunya ke ruang depan.

Sekarang jumlahnya sudah lebih dari 180 ribu buku, cerita Nugroho. Anggota taman baca ini pun ribuan. Orang berebut koleksi buku terbaru menjadi peristiwa sehari-hari.

Salah satu tugas Nugroho ialah memasukkan data-data anggota ke komputer hingga membantu membersihkan buku-buku.

Kini situasinya jauh berubah. Ruang yang tadinya penuh buku menjadi lengang. Tak ada peristiwa pelanggan berebut koleksi terbaru. Hanya sesekali saja anggota yang datang menyewa.

Taman Bacaan Hendra akhirnya mengambil kebijakan radikal: tidak lagi menambah koleksi buku dalam jumlah banyak. Kecuali buku yang memang banyak dicari orang. Itu pun hanya satu buku untuk satu judul.

Menurut Nugroho, jumlah penyewa buku menurun sejak beberapa tahun terakhir. Terutama sejak banyaknya aplikasi yang menyediakan bacaan digital, maraknya penggunaan internet, membanjirnya telepon pintar.

Di sela kerjanya yang sepi, Nugroho kedatangan salah seorang pelanggannya. Namanya Winny. Perempuan itu memberikan selembar uang kepada Nugroho yang berdiri di belakang meja administrsi.

Tak lama kemudian, perempuan asal Bandung itu memasukkan sebuah novel ke tasnya. Dia menyewa salah satu judul novel serial roman harlequin.

Hampir setiap minggu, Winny menyempatkan mampir ke Taman Bacaan Hendra. Terlebih ketika dia harus mengembalikan buku novel. Lantaran jangka waktu terlama untuk meminjam novel adalah satu minggu. Tidak jarang juga dia kembali meminjam buku.

"Lumayan sering pinjam buku di sini. Apalagi rumah juga masih di dekat-dekat sini," ucap perempuan yang mengenal Taman Bacaan Hendra dari teman-temannya.

Winny merupakan satu dari ribuan anggota Taman Bacaan Hendra yang masih aktif. Dia mendaftar pada pertengahan tahun 2000.

Setelah Winny pergi, Nugroho kembali menanti pelanggan. Kedatangan Winny untuk meminjam novel mungkin jadi peristiwa langka di tengah banjirnya informasi lewat telepon layar sentuh.

Nugroho tak tahu, sampai kapan Taman Bacaan Hendra bisa bertahan. Apalagi perintisnya, perempuan yang dia panggil Oma itu kini usianya sudah 78 tahun. Namun, dia yakin sang cucu, mampu mempertahankan ruang baca yang tetap berdiri sejak 1967 itu. (Mega Dwi Anggraeni)

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57