kumparan
6 Des 2018 11:53 WIB

PVMBG: Gempa Bumi di Laut Mataram Terjadi Karena Sesar Busur Belakang Flores

Sumber gempa bumi di barat laut Mataram, Nusa Tenggara Barat. (PVMBG)
ADVERTISEMENT
BANDUNG, bandungkiwari - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 terjadi di barat laut Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kami (6/12/2018) pukul 08:02 WIB. Gempa yang dipicu sesar Busur Belakang Flores ini tidak berpotensi tsunami.
Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kasbani mengatakan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) pusat gempa bumi berada pada koordinat 8,37 °LS dan 116,06°BT, dengan magnitudo 5,0 pada kedalaman 10 kilometer, dengan jarak 23 kilometer barat laut Mataram.
“Berdasarkan posisi dan kedalaman pusat gempa bumi, kejadian gempa bumi tersebut berasosiasi dengan sistem Sesar Busur Belakang Flores,” kata Kasbani, melalui siaran persnya.
Gempa bumi tersebut dirasakan di Lombok Utara dengan intensitas IV MMI, sementara di Pos Rinjani, Batu Lompeh II MMI.
ADVERTISEMENT
“Hingga tanggapan ini dibuat belum ada laporan mengenai kerusakan dan korban yang ditimbulkan oleh gempa bumi ini. Gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami, karena walaupun pusat gempa bumi terletak di laut, namun energinya tidak cukup kuat untuk memicu terjadinya tsunami,” paparnya.
PVMBG merekomendasikan, masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
“Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang energinya lebih kecil dari gempa utama,” katanya.
Ia menambahkan, kondisi geologi daerah terkena gempa bumi Mataram tersebut tersusun oleh batuan vulkanik yang berumur Tersier, dan endapan aluvium yang berumur Kuarter.
ADVERTISEMENT
Guncangan gempabumi juga akan dirasakan di daerah yang tersusun batuan sedimen Tersier dan Batuan berumur Pra-Tersier yang telah terlapukkan yang berada di sekitar daerah tersebut.
“Endapan yang bersifat lepas dan belum terkonsolidasi akan berpotensi memperkuat efek guncangan gempa bumi, sehingga rentan terhadap guncangan gempa bumi,” jelasnya. (Iman Herdiana)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan