kumparan
4 Sep 2019 5:23 WIB

Ratusan Supir Ojol Tuntut Bos Taksi Malaysia Datang ke Indonesia

Aksi unjuk rasa ratusan pengemudi ojek online di Bandung, Selasa (3/9). (Foto: Ananda Gabriel)
BANDUNG, bandungkiwari - Ratusan pengemudi ojek online atau ojol menggelar aksi damai di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (3/9). Mereka menyampaikan tuntutan atas pernyataan bos Big Blue Taxi, Datuk Samsubahrin Ismail, beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
Para pengunjuk rasa yang menyebut diri sebagai Perwakilan Negara Indonesia (PWNI) itu menilai Datuk Samsubahrin telah menghina keberadaan Gojek dan menyebut Indonesia sebagai negara miskin. Atas pernyataan ini, mereka menuntut agar Shamsubahrin Ismail datang langsung ke Indonesia dan meminta maaf.
Cecep Ahmad Sukandar, salah satu perwakilan demonstran, mengatakan pihaknya meminta pemerintah Indonesia khususnya di Jawa Barat bereaksi atas pernyataan Ismail tersebut.
"Kami melakukan aksi damai ini agar bisa didengar pemerintah Jawa Barat dan pemerintah pusat. Kami meminta yang bersangkutan (Datuk Shamsubahrin datang ke sini meminta maaf. Karena pernyataan dia sudah jelas melecehkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia," katanya.
Cecep yang merangkap Ketua Harian I HDBR itu menambahkan, pernyataan pengusaha taksi asal Malaysia itu dinilai disengaja karena dalam dua pekan terakhir mengunggah ucapan bernada kebencian tersebut di media sosial.
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, pihaknya meminta pemerintah Indonesia mengambil sikap dan tindakan atas apa yang sudah dilakukan Samsubahrin untuk kedua kalinya yang dinilai melecehkan. "Kami datang ke sini untuk membela Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kami tidak akan tinggal diam kalau rakyat kita, negara kita, dilecehkan oleh bangsa lain," ujarnya.
Unjuk rasa tersebut sempat membuat akses jalan di sekitar Gedung Sate ditutup dan polisi mengawal ketat massa. Para pengunjuk rasa juga turut membawa bendera Merah Putih.
Dalam aksi itu sejumlah perwakilan pengunjuk rasa juga melakukan orasi sambil membentangkan spanduk yang bertuliskan 'Kalau Kami Negara Miskin Kenapa Kalian Cari Makan di Tempat Kami', 'Boikot Produk Malaysia serta 'Mengecam Keras Statement Samsubahrin Ismail atas Penghinaan kepada Masyarakat juga Pemerintah Indonesia'.
ADVERTISEMENT
Seperti diketahui, pernyatan Shamsubahrin menuai kecaman dari berbagai pihak. Namun Shamsubahrin sendiri sudah menyampaikan maafnya Rabu lalu.
"Hari ini saya ingin memohon maaf kepada seluruh rakyat Indonesia karena telah melabel anda miskin. Tetapi dalam masa sama saya juga memperingatkan negara kita, negara kami, sekiranya anda ingin membawa masuk Gojek ke Malaysia, dipersilakan, saya tiada masalah cuma keselamatan penumpang harus dijaga baik-baik," kata Shamsubahrin seperti dikutip dari Bernama, Rabu (28/8) dan dimuat di kumparan.com. (Ananda Gabriel)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan