• 0

PUBLISHER STORY

Selain Harga Tinggi, Pedagang Juga Keluhkan Kelangkaan Ayam

Selain Harga Tinggi, Pedagang Juga Keluhkan Kelangkaan Ayam


Pedagang ayam di Bandung. (Utara Jaya)
BANDUNG, bandungkiwari - Harga daging ayam di seluruh pasar Kota Bandung, Jawa Barat, terus mengalami kenaikan. Para penjual dan pembeli daging ayam pun terdampak kerugian.
Menurut Ketua Perhimpunan Bandar dan Pedagang Ayam Jawa Barat Yoyo Sutarya, hingga hari ini harga daging ayam potong mencapai Rp42-44 ribu perkilogramnya.
Normalnya, harga daging ayam potong berkisar di harga Rp32 ribu dan harga daging ayam pilet Rp45 ribu.
Menurut Yoyo, pihaknya mengalami kerugian mengingat modal untuk membiayai ayam agar mencapai bobot satu kilogram sudah mencapai Rp40 ribu. Kenaikan sendiri dipicu kelangkaan stok ayam.
Ia menyebut, anak ayam atau day old chick (DOC) mulai langka sejak lebaran. “Yang kami pertanyakan kenapa pengusaha tidak bertanggung jawab atas kelangkaan ini," tukas Yoyo, Kamis (12/7/2018).
Kondisi kenaikan harga ayam tersebut sebenarnya sudah terasa sejak dua minggu lalu.
Sedangkan akibat kelangkaan DOC, saat ini hanya segelintir pengusaha yang memiliki stok ayam. Itu pun jumlahnya sedikit.
Yoyo mengakui para pedagang saat ini resah. Bahkan ia menyebut, 500 orang anggotanya saat ini sudah tidak berjualan.
"Pedagang sudah resah ya sebenarnya hampir 40 persen sudah tidak jualan. Selain itu, tukang ayam pilet juga tidak ada barang dan harus bisa menjual Rp 60 ribu perkilogramnya," ujarnya.
Mahalnya harga daging ayam otomatis menjadi keluhan warga atau konsumen. "Bukan pusing lagi, tapi bingung mau dijual lagi berapa," kata Sabria (47).
Sabria yang juga pemilik rumah makan, menuturkan dua pekan lalu membeli ayam Rp39 ribu perkilogram. "Sebelum harga ayam seperti sekarang, saya jual ayam untuk per ekor ukuran sekilo 75 ribu. Sekarang harga bumbu saja ikut naik," tuturnya. (Ananda Gabriel)


Daging AyamPasarBandungSembakoEkonomi

presentation
500

Baca Lainnya