Pencarian populer

Semangat Toleransi Lintas Agama di Kelurahan Balonggede Bandung

Mural di gang Kelurahan Balonggede, Bandung. (twitter.com/Kel_Balonggede)
BANDUNG, bandungkiwari - Sebuah kampung toleransi di Bandung kembali diresmikan pada Selasa (9/7). Kampung toleransi ini terdapat di RW 4 dan 5 Kelurahan Balonggede, Kecamatan Regol. Kawasan ini merupakan kampung toleransi ke-empat yang telah diresmikan oleh Pemerintah Kota Bandung.
ADVERTISEMENT
Menurut Sekretaris Kecamatan Regol, Teddy Wirakusumah, pengukuhan Kelurahan Balonggede sebagai salah satu kampung toleransi hanyalah sebuah formalitas. Karena pada dasarnya, karakter rukun dan toleransi yang kuat antar masyarakat di sana sudah terbentuk sejak dulu.
Salah satu keunikan dari kampung toleransi ini adalah letak masjid, gereja, dan vihara yang saling berdekatan. Selain itu, Kelurahan Balonggede memiliki jumlah penduduk yang padat, tetapi heterogen. Meski heterogen, banyak kegiatan yang menunjukkan tingginya toleransi di kelurahan ini.
Toleransi ini pun menjadikan kelurahan ini lebih kondusif. Tak hanya itu, masyarakat juga dinilai lebih nyaman dalam melakukan ibadahnya masing-masing.
"Kita kondisinya lebih kondusif, tidak memanas dan mereka lebih dewasa. Artinya, mereka lebih enjoy pada saat melaksanakan peribadatan atau seremonial keagamaan untuk masing-masing agama," jelas Teddy, di Bandung, Selasa (16/7).
ADVERTISEMENT
Salah satu bentuk toleransi yang ada di kelurahan ini adalah dilakukannya penjagaan oleh warga nonmuslim pada saat dilaksanakannya salat Jumat. Begitu pula dengan penyelenggaraan ibadah agama lainnya, masyarakat akan saling mendukung dalam melakukan penjagaan.
Selain itu, terdapat pula bantuan sosial, salah satunya adalah pembangunan rumah bagi warga yang kurang mampu. Hal ini dikelola oleh masyarakat dan pengurus yayasan.
Kegiatan rutin lainnya adalah adanya sembako murah untuk masyarakat yang kurang mampu. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dari masyarakat Balonggede, tanpa memandang status agama. Kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap enam bulan sekali ataupun ketika ada perayaan keagamaan tertentu.
"Mudah-mudahan bisa dijadikan contoh bagi enam kelurahan lainnya se-kecamatan Regol atau kelurahan lainnya se-Kota Bandung," tutur Teddy. (Assyifa)
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.86