kumparan
19 Feb 2019 10:42 WIB

Seniman Bandung dan Jatiwangi Turut Terlibat Pameran "Bermuda"

Pameran seni rupa kontemporer "Bermuda" di Singkawang, Kalimantan Barat. (Instagram artspaceindonesia)
BANDUNG, bandungkiwari - Sejumlah seniman asal Bandung dan Jatiwangi, Jawa Barat, turut terlibat dalam pameran bertajuk "Bermuda" (art & stories) di Singkawang, Kalimantan Barat. Ada semangat menapaki langkah baru dalam bidang seni rupa, menjadikan rumah kecil seni rupa kontemporer di kawasan perbatasan.
ADVERTISEMENT
Para seniman Bandung dan Jatiwangi yang memamerkan karyanya di pameran “Bermuda” ini antara lain Arman Jamparing a.k.a Actmove, Deni ‘Ackay’ Ramdani, John Martono, dan Prabowo Setyadi.
Selain itu, sejumlah seniman dari daerah lain pun ikut dilibatkan seperti Gusmen Heriadi dan Syam Terrajana (Yogyakarta), Shamow'el Rama Surya dan Yohanes Arya Duta (Jakarta); Aysu Murniati (Pontianak), serta seniman Singkawang yaitu Chantal Novyanti, Kartono, Priska Yeniriatno, dan Ricko Iswanto.
Pameran seni rupa kontemporer pertama di Singkawang ini dikuratori oleh Argus FS (Bandung) dan Frino Bariarcianur (Singkawang). Pameran ini sebagai usaha seniman untuk menyebarkan wacana dan praktik mutakhir seni rupa kontemporer Indonesia di Singkawang.
Pameran seni rupa Bermuda. (Instagram artspaceindonesia)
Pameran sendiri digagas Artspace Indonesia, sebuah kelompok seni yang berfokus pada kerja-kerja penelitian, dan pengembangan wacana dan media massa seni yang berbasis di Bandung.
ADVERTISEMENT
"Harus kami akui, dalam peta seni rupa kontemporer Indonesia, kota Singkawang bukanlah apa-apa. Untungnya posisi Singkawang yang dekat dengan perbatasan dengan negara-negara tetangga, memungkinkan kota ini menjadi etalase karya seni rupa kontemporer Indonesia. Etalase ini kami sebut sebagai rumah kecil," ungkap Frino Bariarcianur, dalam keterangan tertulis yang diterima Bandungkiwari, Selasa (19/2).
Kuncinya menurut Frino, tentu saja dengan membangun ekosistem seni rupa seperti penyelenggaraan pameran dan festival, diskusi antar komunitas seni, dan penulisan serta pendokumentasian tentang seni rupa kontemporer di media sosial dan media massa di Singkawang.
"Seni rupa kontemporer Indonesia di kota besar punya sejarah panjang dan penuh dinamika. Dan di Singkawang, pameran Bermuda ini merupakan langkah awal pengembangan seni rupa kontemporer."
ADVERTISEMENT
Dalam pameran ini, publik akan melihat bentuk-bentuk dan medium seni yang lebih beragam yang dikerjakan oleh seniman-seniman Indonesia.
"Keterlibatan seniman dari luar Singkawang merupakan upaya provokasi estetik serta dialog seni rupa kontemporer berbasis pengembangan medium atau material, dengan pengetahuan seni yang jadi penyertanya kepada publik dan seniman di Singkawang," ungkap Argus FS.
Argus menyatakan, "Kontribusi pemerintah, pengusaha yang konsen terhadap perkembangan seni rupa yang jadi simbol peradaban masyarakatnya yang maju jelas dibutuhkan untuk menopang praktik seni rupa kontemporer di kota Singkawang. Oleh karena itu sinergitas antar stake-holder seni perlu dibangun dan dibina untuk kemajuan masyarakat kota Singkawang yang diorbitkan melalui karya-karya seniman Singkawang ke dunia internasional melalui bahasa simbolik," Argus FS.
Pameran "Bermuda". (Instagram artspaceindonesia)
Tidak hanya karya seni, dalam pameran ini pula publik dapat mengikuti sejumlah program di antaranya tur pameran, workshop batik, pemutaran video dokumentasi kerja kreatif seniman, diskusi bersama seniman, dan pertunjukkan performance art.
ADVERTISEMENT
Pameran dapat dinikmati hingga tanggal 27 Februari 2019 di Gedung Pusat Informasi Pariwisata (PIP) tepatnya di belakang Mess Daerah (Galeri 2 Dekranasda) Singkawang. Ruang pameran dibuka pukul 09.00 - 16.00 WIB.
Pameran "Bermuda" (art & stories) dibuka oleh Wakil Walikota Singkawang, Irwan, pada hari Sabtu sore (16/02/2019) di Gedung Pusat Informasi Pariwisata bersamaan dengan pembukaan Galeri 2 Dekranasda Singkawang. Dalam sambutannya Irwan menyambut baik apa yang telah dilakukan oleh seniman-seniman Indonesia yang mau berbagai pengalaman estetik mereka kepada publik Singkawang. (Iman Herdiana)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan