kumparan
KONTEN PUBLISHER
4 Oktober 2018 18:49

Seniman Teater Boneka dari 15 Negara Bakal Ramaikan Festival di Yogyakarta

Boneka kelompok teater boneka Papermoon Puppet Theatre. (Instagram Papermoon Puppet Theatre)
ADVERTISEMENT
BANDUNG, bandungkiwari – Pesta Boneka tahunan yang digelar kelompok teater boneka Papermoon Puppet Theatre tinggal hitungan hari. Ada upaya keras agar festival internasional ini bisa disaksikan penonton secara gratis.
“Gratis. Kami bikin festival gratis tahun ini, 4 tahun lalu selalu bertiket,” kata pendiri yang juga sutradara Papermoon Puppet Theatre, Maria Tri Sulistyani, saat ditemui beberapa waktu lalu di Bandung.
Tahun ini, festival Pesta Boneka mengusung tema “The Journey” yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 12-14 Oktober 2018 di Yogyakarta. Dua hari pertama, festival digelar di IFI Yogyakarta.
Puncaknya pada hari ketiga, peserta festival melakukan pentas di sebuah desa. Para seniman Pesta Boneka yang berasal dari dalam dan luar negeri akan dibawa ke pasar kemudian mereka akan memasak masakan favorit mereka.
ADVERTISEMENT
“Dan itu semua orang welcome, bisa datang makan siang gratis,” katanya. Ia memprediksi jumlah pengunjung Pesta Boneka akan membludak. “Kalau rata-rata dari festival kami terakhir 5.000-6.000 orang yang datang. Itu berbayar. Yang sekarang, insya allah,” katanya.
Papermoon Puppet Theatre melakukan sejumlah upaya agar festival bisa gratis, antara lain, seniman dari dalam maupun luar negeri diundang secara gratisan, dan penggalangan dana lewat pertunjukan teater boneka berjudul “Puno (Letters To The Sky)” di sejumlah kota, seperti Jakarta dan Bandung.
Ia yakin, para penggemar teater boneka membutuhkan festival. Ia pun selalu mewanti-wanti penonton bahwa sebuah festival membutuhkan dukungan semua pihak. Untuk tahun ini, pihaknya sengaja menjual harga tiket penggalangan dana dengan harga cukup mahal, yakni Rp250.000 sampai Rp1 juta.
ADVERTISEMENT
“Tentu saja ada biaya produksi yang harus kami tanggung kan selama pertunjukan. Tapi sebagian besar kami dedikasikan untuk festivalnya,” katanya. Menurutnya, berkat penonton dan donator, biaya menggelar festival sudah bisa terpenuhi.
Papermoon Puppet Theatre menggelar Pesta Boneka berskala internasional sejak 2008. Festival ini digelar dua tahun sekali. Kali ini festival akan diikuti 20 kelompok teater boneka dari 15 negara. Perbedaan dengan festival sebelumnya, tahun ini ada banyak penampil dalam negeri yang berasal dari Yogyakarta, Bali, dan Jakarta.
Sedangkan kelompok teater luar negeri rata-rata memiliki jumlah personel sedikit. Mereka berasal dari Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Australia, Singapura, Brazil, Argentina, Jerman dan lain-lain.
“Yang mancanegara dikit-dikit orangnya, mereka pakai duit sendiri. Paling berdua berempat maksimal. Kalau yang lokal karena dekat mereka bisa rombongan,” katanya.
ADVERTISEMENT
Pendaftaran peserta dibuka lewat aplikasi online. Awalnya, banyak sekali yang daftar, tetapi begitu mengetahui festival ini bersifat gratisan, maka banyak calon peserta mundur. Bagi yang ngotot datang, mereka merasa punya alasan untuk datang ke Indonesia.
“Saya bilang festival ini berbagi, sharing, kami ga bisa bayar teman-teman, kami hanya janjikan kalian berjumpa dengan orang-orang, berbagi dan berjumpa. Dengan begitu saja mereka mau,” katanya. (Iman Herdiana)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan