kumparan
26 Mei 2018 9:13 WIB

Siswa-Siswi Tunanetra Antusias Ikuti Lomba Baca dan Tulis Al-Quran Braille

Siswi tunanetra Panti Sosial Bina Netra Wyata Guna, mengikuti lomba membaca dan menulis Al-Quran Braille pada kegiatan Pesantren Kilat. Jabar, Bandung, Kamis (24/5/2018). (Foto-foto: Agus Bebeng/Bandungkiwari.com)
ADVERTISEMENT
BANDUNG, bandungkiwari – Panti Sosial Bina Netra Wyata Guna, Bandung, menggelar lomba membaca dan menulis Al-Quran Braille bagi siswa-siswi tunanetranya.
Junaidi salah satu peserta lomba menulis dan membaca Al-Quran menyatakan, kegiatan tersebut mampu memberikan pengetahuan yang banyak tentang Islam, baik mengenai hal yang sudah dirinya ketahui maupun hal lain yang baru dirinya dengar.
“Apalagi saya baru dua bulan ikut kelas KIAB (Kejuruan Ilmu Al-Quran Braille). Ini menjadi hal baru sekaligus menambah wawasan,” ucap Junaidi seraya menyeka keringat karena gugup usai mengikuti lomba membaca dan menulis, Jalan Padjadjaran, Bandung, Kamis (24/5/2018).
Beberapa peserta lomba lain pun menyatakan ketertarikan yang sama, terutama terkait pemahaman Islam. Namun pada sisi lain lomba ini pun memberikan acuan kepada guru yang mengajar di kelas KIAB, seperti yang diakui Arwani.
ADVERTISEMENT
“Kita menjadi lebih tahu sejauhmana kemampuan siswa dalam membaca dan menulis Al-Quran” tegasnya.
Dalam menguji siswa yang mengikuti lomba, acapkali Arwani yang menjadi juri mengingatkan kesalahan pembacaan. Arwani mengingatkan kembali para siswa untuk mempelajari ilmu Tajwid yang menjadi tanda-tanda baca dalam setiap huruf ayat Al-Quran.
Baca Juga:
“Dengan memahami ilmu Tajwid mempermudah kita mengetahui panjang pendek, melafadzkan dan memahami hukum dalam membaca Al-Quran” jelasnya.
Selain tentunya sebagai aspek santapan ruhani untuk para siswa, unsur penting lomba membaca dan menulis al-Quran menurut Suhendar adalah mendekatkan kembali braille kepada para siswa.
Hal tersebut dimaksudkan di tengah gencarnya teknologi gawai yang menjadi bagian keseharian siapa pun; termasuk tuna netra. Tidak melupakan kemampun dasar para siswa untuk tetap bisa membaca dan menulis braille agar tidak kalah oleh teknologi terkini. (Agus Bebeng)
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan