kumparan
19 Sep 2019 0:04 WIB

Tel-U Literacy Event, Bicara Literasi dan Teknologi

Telkom University Literacy Event 2019 menghadirkan acara literasi bertema 'Enganging Literacy and Technology in Inclusive World'. (Assyifa)
BANDUNG, bandungkiwari - Sebuah acara literasi bertema 'Enganging Literacy and Technology in Inclusive World' diadakan di Telkom University pada Selasa-Kamis (17-19/9). Acara Telkom University Literacy Event 2019 ini dibuka dengan diskusi bersama Founder Good News From Indonesia (GNFI), Akhyari Hananto, serta Vice Chief Editor Kumparan, Rachmadin Ismail.
ADVERTISEMENT
Rachmadin banyak membahas mengenai kolaborasi yang dilakukan oleh Kumparan dalam melakukan produksi berita. Tak hanya berkolaborasi dengan 36 media partner lokal di 34 provinsi yang tersebar di seluruh Indonesia, Kumparan juga berkolaborasi dengan berbagai stakeholder.
"Kita punya 200 lebih akun yang bekerja sama dengan Kumparan untuk menyebarkan literasi," ujar Rachmadi di Gedung Damar Telkom University, Selasa (17/9).
Selain itu, Kumparan juga mengembangkan berbagai teknologi dalam bidang literasi, utamanya di media. Salah satu yang sedang digarap adalah personalisasi linimasa berita masing-masing pengguna. Dalam melakukan produksi pun Kumparan memanfaatkan beberapa teknologi seperti typo checker, speech to text, hingga bot.
Sementara Akhyari Hananto menyebutkan, kondisi media atau ruang informasi di Indonesia dapat diibaratkan sebagai kopi yang hitam dan pahit. Hal ini pula yang mendorong terlahirnya GNFI. Diharapkan media ini dapat berperan sebagai susu atau kremer dalam dunia media. Sehingga, kondisi ruang informasi tersebut tidak sehitam dan sepahit sebelumnya.
ADVERTISEMENT
"Tapi kita kurang pemain," imbuhnya. Ia pun mendorong peserta talkshow untuk mulai menuliskan hal-hal yang bermanfaat untuk disebarkan.
Ia menambah, terdapat tantangan besar dalam hal literasi. Saat ini, tak hanya perihal membaca, tetapi masyarakat juga perlu memiliki kemampuan menganalisis informasi. "Kedua, kita perlu banyak pemain lagi untuk menghindarkan Indonesia dari ruang publik informasi yang hitam," tegas Akhyari.
Menurut Akhyari, saat ini masyarakat Indonesia terlalu fokus dengan bad news. Ia pun menegaskan agar masyarakat bisa berdiri di tengah dalam ruang informasi di Indonesia. "Be literate, be critical," ujarnya. Tidak banyaknya masyarakat yang melakukan hal ini dipengaruhi oleh pesimisme, negativisme, provokasi, ataupun hate speech yang masih mendominasi.
Telkom University Literacy Event 2019 menghadirkan acara literasi bertema 'Enganging Literacy and Technology in Inclusive World'. (Assyifa)
"Critical thinking itu perlu dalam segala hal, buat itu berita baik, maupun berita kurang baik," pungkas Rachmadin.
ADVERTISEMENT
Acara Tel-U Literacy Event ini tidak hanya menghadirkan diskusi bersama Akhyari dan Rachmadi. Enam business coaching bersama Google Gapura Digital juga diselenggarakan. Tak hanya itu, sebuah coaching session lainnya juga dilaksanakan dengan menghadirkan General Manager Bandung Digital Valley.
Acara ini juga mengadakan tiga workshop menarik mengenai literasi. Aksi baik untuk pendidikan Indonesia pun dihelat bersama KitaBisa dan Komunitas Pecandu Buku. Bahkan, terdapat literacy gigs yang mengundang Sal Priadi, seorang penyanyi asal Malang yang belum lama ini merilis lagu berjudul "Amin Paling Serius" bersama Nadin Amizah dan "Belum Tidur" karya kolaborasi dengan Hindia.
Menurut Kepala Perpustakaan Telkom University, Dadi Ismanto, di zaman inklusi ini semua orang boleh belajar dan mengakses informasi. "Kita berharap dengan agenda tahunan seperti Tel-U Literacy Event ini, siapa pun yang ingin belajar, itu sangat terbuka," tuturnya saat ditemui usai Talkshow 'Literasi dan Teknologi di Dunia yang Inklusif'.
ADVERTISEMENT
Ia juga menegaskan pentingnya penyelenggaran acara literasi, mengingat sudah ditetapkannya Hari Literasi Sedunia oleh UNESCO, yaitu pada 8 September.
"Kita inginnya literasi mendunia, termasuk juga di Indonesia diadakan. Agar bangsa Indonesia lebih baik dan lebih maju. Karena dengan literasi ini bisa membuat masyarakat lebih sejahtera," ungkap Dadi. (Assyifa)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan