kumparan
KONTEN PUBLISHER
10 Mei 2018 16:35

480 Orang Ikut Belajar Alquran Dalam Sebulan

Banjarhits.id, Banjarmasin- Ratusan orang memenuhi Lapangan futsal Borneo di Jalan HKSN Nomor 2, Kelurahan Alalak Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kamis (10/5/2018). Mereka mengikuti acara pembukaan Karantina Tahafizh Al Quran Nasional Cabang Kalimantan Selatan yang ke-5.
ADVERTISEMENT
Pembina Karantina Tahfizh Al Quran Cabang Kalimantan Selatan, Anwar Hadimi, mengatakan kegiatan semacam ini untuk mencetak tahfizh Alquran di setiap rumah se-Kota Banjarmasin dan Kalimantan Selatan. Anwar berkeinginan setiap rumah tangga nantinya minimal punya satu orang yang mahir membaca Alquran.
“Supaya di setiap rumah minimal ada satu orang yang hafal Alquran,” kata Anwar Hadimi ketika membuka karantina Tahafizh Alquran, Kamis (10/5/2018).
Anwar mengklaim tahfizh sudah menjadi gaya hidup di Kalsel seiring banyaknya peserta tahfizh Alquran. Ia mengatakan siapa pun bisa tahfizh Alquran karena sangat mudah, apakah asal golongan tua atau muda.
Pada tahfizh Alquran tahun 2018, pesertanya sebanyak 250 orang. Apalagi, ia tak memasang tarif selama karantina, namun peserta memberi infak secara sukarela. “Sekarang naik hampir 50 persen menjadi 480 orang, target kami 50 orang yang hafal 30 juz. Untuk anak panti asuhan kami gratiakan,” ujar dia.
ADVERTISEMENT
Ketua pelaksana Tahfizh Alquran, Ustad Taufiqurrahman, mengatakan peserta akan menerima pelatihan menghafal Alquran dalam tempo satu bulan karantina pada 10 Mei-10 Juni 2018. Menurut dia, ada 480 orang santri dan santriwati tahfizh.
Taufiqurrahman mengatakan peserta mesti optimas mampu menghafal dan menghayati kitab suci umat Islam itu dalam 30 hari. “Menghafal Alquran bukan hal yang tidak mungkin, buktinya tahun kemarin mereka (peserta tahfizh) bisa,” kata Taufiq.
Adapun Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Provinsi Kalsel, Wing Ariansyah, mengapresiasi atas terselenggaranya Karantina Tahfizh Al Quran angkatan V. Dia berkata tahfizh Alquran merupakan komitmen Pemprov Kalsel mencetak generasi Qur’ani di provinsi setempat. Apalagi kegiatan ini bertepatan memasuki bulan suci Ramadhan.
"Pahala berlipat sudah menanti kalian, saya ucapkan selamat bagi para peserta dan manfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya, jadilah inspirasi bagi generasi muda yang lain,” ujar Ariansyah.
ADVERTISEMENT
Seorang orang tua peserta tahfizh, Ifan (45), menuturkan anaknya punya kemauan sendiri ikut serta dalam tahfizh Alquran. Ia pun mendukung atas kemauan anaknya yang ingin menjadi seorang tahfizh. (Hanafi)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan