Pencarian populer
PUBLISHER STORY

Dibohongi DPRD Kalsel, Mahasiswa Banjarmasin Ricuh dengan Polisi

Banjarhits.id, Banjarmasin- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan, kembali protes atas kelangkaan bahan bakar minyak dan menagih janji beraudiensi bersama DPRD Kalsel dan Pertamina. Aksi sempat memanas setelah polisi kontak fisik dengan seorang mahasiswa.

Massa lebih dulu berorasi di depan kantor pemasaran PT Pertamina Sales Area Banjarmasin. Kemudian, mahasiswa bergeser ke gedung DPRD Kalimantan Selatan. Massa merangsek masuk ke halaman DPRD Provinsi Kalsel di tengah pengawalan ketat polisi.

Koordinator aksi, Toha, mengaku kecewa melihat anggota dewan karena telah dibihongi atas janji-janji palsu DPRD Kalsel. Padahal saat demonstrasi sebelumnya, kata Toha, DPRD Kalsel akan mengajak mahasiswa membahas kelangkaan BBM bersama Pertamina.

"Sampai saat ini, mereka (DPRD Kalsel) membohongi kami, katanya tunggu satu minggu, setelah aksi kami yang kedua. Ini Dewan Perwakilan Pejabat, bukan Dewan Perwakilan Rakyat,” kata Toha. Ia berasumsi legislator Kalsel gagal mengawal aspirasi rakyat dan mendesak Dewan turun ke lapangan. “Jangan teori saja.”

Toha mengatakan mahasiswa telah meninjau langsung ke lapanagan. Ia mencontohkan salah satu SPBU di Banjarbaru, baru menyediakan premium ketika pukul 23.00 wita. Bahkan, Toha menemukan petugas SPBU mengutip duit kupon kepada calon pembeli BBM untuk membeli premium.

“Harus beli kopon dulu dengan harga Rp 3.000, masyarakat disana sampai menangis,” kata Toha. Itu sebabnya, ia kecewa atas janji palsu DPRD Kalsel yang setengah hati memperjuangkan aspirasi mahasiswa. Toha menerima kabar DPRD Kalsel sudah membuat surat resmi audiensi, tapi kunjung tiba ke perwakilan BEM.

Indro Rico Satrio selaku Sales Executive Retail Wilayah Kalimantan Selatan, segera membahas persoalan ini bersama DPRD Kalsel pada Kamis (17/5/2018). Rico akan membincang atas kelangkaan BBM dan kenaikan harga LPG 3 kilogram.

Adapun Wakil Ketua DPRD Kalsel, Asbullah, menemui massa di depan gedung DPRD. Asbullah meminta mahasiswa tenang dan menjanjikan pertemuan bersama Pertamina dan perwakilan mahasiswa pada Kamis (17/5) pukul 11.00 wita.

“Silakan bawa perwakilan setiap perguruan tinggi perwakilannya tiga orang, kita sama-sama membahas masalah kelangkaan premium,” ujar Asbullah.

Sempat terjadi ketegangan dan aksi saling dorong di antara massa dan polisi. Mahasiswa mendesak DPRD Kalsel menyerahkan surat undangan yang dimaksud. Massa dan polisi seketika ricuh setelah ada dugaan aparat keamanan berinisial EO mendorong kepala mahasiswa, sontak saja keadaan menjadi memanas.

Massa yang tidak terima atas sikap EO, mendesak EO segera meminta maaf kepada mahasiswa. Namun, polisi lekas mengamankan EO agar tidak terjadi aksi anarkis di antara kedua kubu.

Kapolsek Banjarmasin Tengah, Komisaris Sigit Prihanto, meminta maaf kepada peserta aksi atas kelakuan polisi berinisial EO. Sigit berjanji menindaklanjuti sikap EO dan menunggu pengaduan dari mahasiswa.

"Menurut keterangan Brigadir EO, dia menahan teman yang didepannya, tapi lepas makanya kena teman yang dibelakang,” dalih Kompol Sigit. (Hanafi)

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23