Pencarian populer
PUBLISHER STORY

Gubernur Sahbirin: Narkoba Jadi Tantangan SDM di Kalsel

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor (empat dari kiri) saat peringatan Hari Anti Narkoba Internasional di Banjarmasin, Minggu 21 Juli 2019. Foto: Humpro Kalsel
Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengingatkan tentang bahaya dahsyat dari penyalahgunaan narkotika dan obat- obat terlarang (narkoba). Hal itu disampaikannya ketika menyampaikan sambutan Jalan Sehat dan Pergelaran Seni P4GN Hari Anti Narkoba Internasional di Siring Nol Kilometer, Kota Banjarmasin, Minggu (21/7/2019) pagi.
ADVERTISEMENT
Sahbirin mengatakan, cita-cita besar negara untuk mewujudkan sumber daya manusia berkualitas akan terhambat jika bahaya penyalahgunaan narkoba tidak dibendung dari sekarang.
"Mari kita bergotong royong membentengi dari bahaya narkoba dengan saling mengingatkan dan membekali diri dengan ilmu agama dan ilmu kesehatan," kata Sahbirin lewat siaran pers ke banjarhits.id, Minggu 21 Juli 2019.
Ia berkata penyalahgunaan narkoba dapat menghancurkan anak bangsa dan menghambat kesejahteraan. Gubernur juga menyampaikan amanat Wakil Presiden Jusuf Kalla.
"Negara kita pada tahun 2024 bercita - cita menjadi negara ekonomi terkuat. Diperlukan sumberdaya manusia yang tangguh, etos kerja yang kuat, dan menguasai IPTEK serta kemampuan manajemen," tulis usuf Kalla seperti dibaca Sahbirin Noor.
Menurut dia, jumlah penduduk Indonesia terbesar keempat di dunia. Tantangan besarnya kejahatan Narkoba. Di tengah perang gelap peredaran Narkoba bila tidak ditangani mengancam eksistensi bangsa.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalsel, Aris Pornomo mengatakan, Kalsel termasuk daerah rawan penyalahgunaan narkoba. Setiap tahun jumlah pengguna dan pengedar narkoba cenderung meningkat.
"Dalam dua tahun terakhir, jumlah pecandu dan pengedar narkoba di Kalsel jumlahnya cenderung meningkat. Ini adalah tantangan kita bersama," ujarnya. Tantangan lain, lanjut Aris, bermunculannya jenis narkoba baru. Pihaknya terus gencar melakukan sosialisasi tentang bahaya Narkoba.
"Kegiatan sosialisasi narkoba antara lain pembentukan regulasi di lembaga Pemda, Tes urin PNS dan Calon ASN," ujarnya.
Pada kesempatan ini juga diberikan penghargaan kepada lima instansi yang aktif melakukan pencegahan dan pemberantasan narkoba yaitu Bank Indonesia perwakilan Kalsel, UIN Antasari, Camat Banjarmasin Tengah, RS Andi Abdurrahman Noor Tanah Bumbu dan PT Adaro Indonesia. (Adv)
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.86