kumparan
15 Apr 2019 19:52 WIB

Pemkab Batola Komitmen Lanjutkan Pertanian di Jejangkit

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Barito Kuala, Murniati ketika memimpin apel bendera di kantor Pemkab Barito Kuala (Batola), Senin (15/4). Foto: Humpro Batola
Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) Kabupaten Barito Kuala bertekad mempertahankan predikat Kabupaten Barito Kuala (Batola) sebagai lumbung beras serta penghasil tanaman jeruk dan nenas di Provinsi Kalsel.
ADVERTISEMENT
Kepala Distan TPH Batola, Murniarti, mengatakan hal ini ketika membina apel bendera di halaman Kantor Bupati Batola, Senin (15/04/2019) pagi. "Kami bertekad Batola ini bukan hanya lumbung beras di Kalsel bahkan nasional sekaligus sebagai penghasil tanaman jeruk dan nenas di Provinsi Kalsel,” kata dia lewat siaran pers ke banjarhits.id.
Murniarti menguraikan tentang program kerja dan kegiatan yang akan dan masih dilaksanakan. Pada 2019, pihaknya fokus peningkatan produktivitas tanaman padi sebagaimana yang dititipkan Kementerian Pertanian melalui Program Serasi (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani).
Itu sebabnya, ia sudah menyusun program yang bertujuan meningkatkan indeks pertanaman serta produktivitas tanaman padi di lahan pasang surut. Programnya seperti pembangunan dan perbaikan infrastruktur tata air, normalisasi saluran irigasi dan tersier, memberikan bantuan saprodi tanaman padi, dan bantuan bibit hortikultura yang terpadu dengan bantuan ternak itik dari dinas peternakan.
ADVERTISEMENT
Murni menerangkan Program Serasi merupakan program pertanian terpadu dengan dinas peternakan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani. Ia mengaku sering mendapat pertanyaan terkait kelanjutan program pertanian di Desa Jejangkit Muara pasca Hari Pangan Seduni (HPS) ke-38.
Ia menjelaskan program Jejangkit tetap berlanjut sebagaimana yang direncanakan. Lantara terganjal kondisi saluran, bendungan, tanggul, galangan dan lainnya, banyak yang belum sempurna.
Murniati terus menyempurnakan tata kelola air agar kelanjutan kegiatan yang dilaksanakan bisa lebih baik. “Insya Allah pada Mei-Juni kami akan menanam padi unggul sekitar 500 hektar yang difasilitasi pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten,” tukasnya.
Program pertanian di Jejangkit merupakan program pertanian modern berbasis corporate dimana dalam tahap-tahap awal pengelolaannya difasilitasi pemerintah pusat. Namun pada tahap selanjutnya, diterapkan secara mandiri melalui kelompok usaha bersama di bawah binaan koperasi yang sangat berpengaruh meningkatkan pendapatan petani. (Adv)
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan