kumparan
12 Juni 2019 17:48

Regu Dalkarhutla Kalsel Dilatih Pemadaman Api

latihan dishut karhutla.jpg
Pelatihan pemadaman api kebakaran hutan dan lahan di Miniatur Hutan Hujan Tropika Kalsel. Foto: Dishut Kalsel
Delapan belas personel Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) dibekali bimbingan teknis (bimtek) oleh Eko Djatmiko, Kepala Seksi Kebakaran Hutan dan Lahan (Kasi Karhutla) Bidang Perlindungan, Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (PKSDAE) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan.
ADVERTISEMENT
Mereka praktek pemadaman api di gazebo utama areal Miniatur Hutan Hujan Tropika (MH2T). Alhasil, berbagai pertanyaan tercetus dari peserta bimbingan teknis ini.
Personel Dalkarhutla dari persemaian, Ifit, melontarkan pertanyaan bagaimana cara mengoperasikan jet shooter dan kepyok, alat pemadam kebakaran yang terlihat asing baginya. “Jangankan memegang, melihat saja baru kali ini,” cetus Ifit sembari tersenyum.
Khairul, tenaga harian yang mengoperasikan traktor di areal MH2T bertanya bagaimana penanganan pertama terhadap bahaya api. “Bilamana terpantau api, apa yang terlebih dahulu kami lakukan?” tanyanya.
Eko dibantu seregu Dalkarhutla Dishut Kalsel mengawali pengenalan dan penjelasan beberapa jenis peralatan kebakaran dan fungsinya. Personal use seperti helm safety dan life jacket, menjadi standar utama personel Dalkarhutla.
Eko mempraktikkan cara penggunaan alat-alat pemadam kebakaran, seperti jet shooter dan kepyok. Tak lupa, ia berikan tips penanganan awal bahaya kebakaran.
ADVERTISEMENT
“Yang terpenting jangan panik. Segera kontak dengan posko induk Dalkarhutla Dinas Kehutanan. Sembari menunggu bantuan, lakukan pemadaman dengan alat semampunya. Dilarang melakukan tindakan yang membahayakan diri personel,” tuturnya lewat siaran pers ke banjarhits.id, Rabu 12 Juni 2018.
Ditambahkan Eko, kerjasa ma dan komunikasi dengan masyarakat di sekitar lokasi MH2T sangat penting dibangun. Tujuannya agar informasi kebakaran dapat tersampaikan dengan cepat. “Semakin cepat antisipasi, kebakaran bisa dapat kita tanggulangi dengan cepat pula,” ujar Eko.
Para peserta bimtek antusias melakukan praktik penggunaan alat pemadam. Dukungan peralatan radio dengan frekuensinya dan nomor telepon selular juga disiapkan untuk operasional lapangan regu ini nantinya.
Sebagaimana disampaikan Paidil, Manajer Persemaian, saat pembentukan regu Dalkarhut BPTH, Sabtu (25/5) lalu. “Koneksi dengan posko induk, termasuk pemasangan CCTV dan pembangunan menara pantau, mekanisme sambil kita atur kemudian,” tuturnya.
ADVERTISEMENT
Adapun Ainun Jariah, Kepala BPTH meminta kepada seluruh anggota regu Dalkarhutla BPTH yang baru dibentuk agar menjaga dengan baik wilayah MH2T dan persemaian dari bahaya api.
“Kru persemaian dan MH2T harus padu dalam satu nama, yaitu BPTH. Bersama kita jaga tanaman agar terhindar dari bahaya kebakaran. Karena kita telah susah payah berusaha, bahkan berjuang, demi terciptanya miniatur hutan di tengah kota Banjarbaru ini,” tandasnya.
Menurut Ainun, MH2T dan persemaian adalah salah satu karya terbaik dan kebanggaan Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor. “Karenanya, amanah ini harus kita jaga sebaik-baiknya,” tutup Ainun. (Adv)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan