kumparan
31 Des 2018 8:54 WIB

Selama 2018, Polda Kalsel Pecat 18 Polisi Nakal

banjarhits.ID, BANJARMASIN - Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan menggelar presrilis kinerja akhir tahun 2018 di Mapolda Kalsel, Senin pagi (31/12). Dari sekian paparan, Kepala Polda Kalsel Irjen Yazid Fanani menyebut ada 17 anggota Polri yang dipecat karena indisipliner dalam bertugas.
ADVERTISEMENT
Selama 2018, Polda Kalsel mencatat anggota Polri yang melakukan tindak pidana melonjak 225 persen (9 orang) dari 4 orang pada 2017. Alhasil, polisi nakal di wilayah hukum Polda Kalsel menjadi 13 orang pada 2018. Sedangkan anggota Polri yang dipecat atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) juga mengalami kenaikan sebesar 21,42 persen (ada 3 orang) dari 14 orang pada 2017 atau menjadi 18 orang anggota Polri dipecat pada 2018.
“Jumlah anggota yang melakukan pelanggaran disiplin tahun 2018 mengalami penurunan 31,80 persen, 261 orang tahun 2017 menjadi 178 orang di tahun 2018 atau turun 83 orang. Untuk pelanggaran kode etik profesi juga turun 18,18 persen, dari 22 orang tahun 2017 menjadi 18 orang di tahun 2018 atau turun 4 orang,” kata Irjen Yazid Fanani di Mapolda Kalsel, Senin (31/12).
ADVERTISEMENT
Menurut Yazid, angka kriminalitas di Kalsel juga mengalami penurunan 1.116 perkara atau 15,21 persen ketimbang tahun 2017. Perkara periode Januari s/d 21 Desember 2018 terdata 6.220 perkara, turun ketimbang tahun 2017 sebanyak 7.336 perkara.
Penyelesaian perkara tindak pidana turun sebanyak 944 perkara atau 15,70 persen. Pada 2018, dari 6.220 perkara, polisi bisa merampungkan 5.067 perkara (81,46 persen). Adapun pada 2017, dari 7.336 perkara, polisi bisa menyelesaikan 6.011 perkara tindak pidana (81,93 persen).
Selain itu, Yazid Fanani menyebut angka lakalantas tahun 2018 turun 93 kasus atau 16,34 persen, dari 569 kasus tahun 2017 menjadi 476 kasus pada 2018. Kemudian korban meninggal dunia akibat lakalantas turun 126 orang atau 27,75 persen, dari 454 orang tahun 2017 menjadi 328 orang tahun 2018. Data ini periode Januari - 26 Desember 2018.
ADVERTISEMENT
"Semua angka-angka tersebut, masih menjadi tantangan dan memerlukan kerja keras dan sinergitas berbagai pihak. Serta peningkatan kepatuhan hukum masyarakat, untuk terus menerus berupaya meningkatkan kualitas berlalulintas, karena kecelakaan lalu lintas berawal dari pelanggaran terhadap aturan dan etika berlalu lintas," kata Irjen Yazid.
Di luar penanganan tindak pidana dan lakalantas, Yazid Fanani meyakini situasi politik di Kalsel relatif aman dan kondusif jelang Pemilu 2019. Ia optimis pemungutan şuara pada 17 april 2019 berjalan aman. “Sampai saat ini berjalan dengan aman dan terkendali,” katanya. (Anang Fadhilah)
Ralat: Judul berita sudah dikoreksi karena kesalahan tulis. Redaksi mohon maaf
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan