kumparan
7 Des 2018 10:57 WIB

Status WhatsApp Berujung Pemukulan Brutal Remaja Putri

banjarhits.ID, BANJARBARU – Motif pemukulan SW terhadap ZN diduga lantaran status WhatsApp. Pelaku SW, siswi kelas II SMK PGRI Banjarbaru menganiaya ZN, siswi kelas VI SDN Landasan Ulin Barat pada Selasa (4/12) sore di belakang Dapur Apung, Komplek Citra Graha (KCG), Jalan Ahmad Yani Kilometer 19, Kecamatan Lianganggang, Kota Banjarbaru.
ADVERTISEMENT
Menurut Kepala Polsek Banjarbaru Barat, Komisaris Syaiful Bob, aksi pemukulan bermula dari saling ejek mengejek status WhatsApp antara ZN dan F (siswi SMPN 10 Banjarbaru). Pada Selasa (4/12) sore, ZN mengajak temannya P, N, NS, dan MS yang semuanya siswi SMPN 10 Banjarbaru untuk bertemu di Dapur Apung.
“Dengan maksud menyelesaikan masalah dengan F,” ucap Syaiful Bob. Adapun F mengajak L, Q, TRV, Ns, dan Y alias SW. Gadis inisial L bersekolah di SMK PGRI Banjarbaru, Q berhenti sekolah, TRV siswi Madrasah Tsanawiyah di Kelurahan Guntung Manggis, dan Ns siswi di MAN Wali Songo Kelurahan Guntung Manggis.
“Setelah mereka berbaikan, tiba-tiba Y alias SW langsung menjambak rambut korban (ZN) dan melakukan penganiayaan lain terhadap korban. Selama penganiayaan tersebut direkam oleh TRV, yang kemudian viral karena dishare di grup Lambat,” ujar Syaiful Bob.
ADVERTISEMENT
Setelah video cepat tersebar lewat WhatsApp, Bhabinkamtibmas Polsek Banjarbaru Barat mendatangi rumah korban dengan maksud menyelesaikan persoalan dengan cara pendampingan orang tua korban melapor ke Mapolsek Banjarbaru Barat. Setelah di polsek, keluarga korban kemudian ke Satreskrim Polres Banjarbaru. “Karena kasus ini masuk kategori PPA.” (Diananta)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan