News
·
29 Januari 2019 18:03

TKD Jokowi Minta Polisi Usut Penggagas Tabloid Indonesia Barokah

Konten ini diproduksi oleh banjarhits
TKD Jokowi Minta Polisi Usut Penggagas Tabloid Indonesia Barokah (181663)
Ketua Bawaslu Kota Banjarbaru Dahtiar menyita 38 koli tabloid Indonesia Barokah, Selasa (29/1/2019). Foto: Diananta/banjarhits.id
banjarhits.id, BANJARMASIN - Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) paslon capres cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Kalimantan Selatan, Gimoyo, mengatakan polisi mesti bergerak cepat mengungkap siapa dalang di balik beredarnya tabloid Indonesia Barokah.
ADVERTISEMENT
Bawaslu Kalsel dan Kota Banjarbaru menyita 38 koli atau 3.994 paket amplop paketan berisi tabloid Indonesia Barokah di gudang sentra pengelolaan pos (SPP) Pos Indonesia di Jalan Ahmad Yani Km 23, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Selasa (29/1).
Satu paket amplop berisi 3-5 eksemplar tabloid yang hendak disebar ke musala dan pesantren di Kalsel, Kalteng, dan Kaltim. “Karena ada beberapa pihak yang menyangkal atas terbitnya tabloid ini, maka sudah saatnya aparat polisi bergerak mencari tahu siapa dibalik ini semua,” kata Gimoyo kepada banjarhits.id, Selasa. Menurut Gimoyo, pengungkapan aktor demi mencegah isu liar dan fitnah di masyarakat menjelang Pemilu 2019 di Kalsel. “Ya bener, mesti diusut,” katanya. Gimoyo meyakini isu tabloid Indonesia Barokah tidak berdampak signifikan terhadap Jokowi-Ma'ruf. “Tabloid Indonesia Barokah tidak berdampak negatif terhadap elektabilitas paslon nomor urut 01. Tim sukses paslon 01 tak kuatir sama sekali,” paparnya. Juru bicara Partai Gerindra Kalsel, Mariatul Kiftiah, dan Dewan Pembina Wilayah DPP PAN Kalimantan Selatan Pangeran Khairul Saleh sama-sama enggan berkomentar soal masuknya tabloid itu ke Kalsel. “Maaf kami tak bisa kasih komentar,” kata Mariatul. Adapun Ditreskrimsus Polda Kalsel Kombes Rizal Irawan berkata kasus ini bukan bidangnya. “Maaf bukan bidang saya terkait hal tersebut,” katanya. (Anang Fadhilah)
ADVERTISEMENT