News
·
18 Juli 2020 12:09

Dana Rp 69,6 Miliar Rupiah Habis untuk Penanganan COVID-19 di Gorontalo

Konten ini diproduksi oleh banthayo.id
Dana Rp 69,6 Miliar Rupiah Habis untuk Penanganan COVID-19 di Gorontalo (73847)
Ilustrasi Uang. Foto: Istimewa
GORONTALO - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo mengucurkan dana sebesar 123,6 miliar rupiah untuk pencegahan dan penanganan COVID-19 di daerah tersebut. Dana itu dialokasikan untuk tiga sektor utama, yakni kesehatan sebanyak Rp 67,5 miliar, dampak ekonomi Rp 35,4 miliar dan jaring pengaman sosial sebesar Rp 20,7 miliar.
ADVERTISEMENT
Dari jumlah tersebut, anggaran yang sudah terealisasi sejauh ini sebesar 55,8 persen atau 69,06 miliar rupiah. Adapun anggaran itu telah dibelanjakan untuk sektor kesehatan sebesar Rp 37,1 miliar, dampak ekonomi Rp 16,2 miliar dan jaring pengaman sosial Rp 15,8 miliar.
“Bapak presiden dalam arahannya meminta agar kita semua serius penanganan COVID-19. Jadi harus punya keinginan dan betul-betul memberantas COVID-19 ini, jangan dianggap remeh,” kata Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie. Belum lama ini.
Ia menambahkan bahwa penanganan COVID-19 butuh kekompakan dan sinergitas dari pemerintah pusat hingga tingkat desa. Hal itu sudah dibuktikannya di Gorontalo dengan merangkul bupati, wali kota dan unsur forkopimda.
“Kita sudah bertemu dengan Bapak Presiden, salah satunya membahas tentang serapan anggaran di tiap daerah. Provinsi Gorontalo menjadi satu dari lima daerah terbaik serapan anggarannya,” kata Rusli.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, dijelaskan Rusli, APBD Pemprov Gorontalo mengalami penyusutan 17,85 persen dari alokasi sebelumnya sebesar Rp 2,081 triliun. Anggaran berkurang karena ada rasionalisasi dana pemerintah pusat dan taksiran penurunan pendapatan pajak daerah.
Sehingga secara keseluruhan, realisasi anggaran Pemerintah Provinsi Gorontalo hingga pertengahan Juli 2020 sudah mencapai 43,85 persen. Dari 1.709.762.195.212,47 rupiah APBD pemprov setelah penyesuaian, 749.809.245.291,51 rupiah. Dana itu terserap untuk berbagai program dan kegiatan.
-----
Reporter: Wawan Akuba