kumparan
19 Mar 2019 18:35 WIB

Harga Bahan Pokok Stabil, Masyarakat Diimbau Tidak Belanja Berlebihan

Ilustrasi bawang merah dan putih. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
BANTHAYO.ID – Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo, mengiimbau kepada masyarakat agar tidak belanja berlebihan. Hal itu untuk menjaga inflasi tetap stabil karena pasokan bahan pokok cukup melimpah menjelang bulan suci ramadhan dan idul fitri.
ADVERTISEMENT
Hal ini dilihat dari data inflasi sebelumnya, khususnya Volatile Food, inflasi di Provinsi Gorontalo saat ini terkendali, yang artinya harga – harga bahan pokok masih dibawah, meskipun ada beberapa yang masih belum stabil.
“Inflasi di Gorontalo saat ini terkendali, khususnya Volatile Food. Artinya harga – harga bahan pokok di daerah ini masih dibawah, meskipun ada beberapa yang masih belum stabil,” ungkap Sagita Wartabone, Kepala Biro Pengendalian dan Pembangunan Ekonomi di Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Volatile Food adalah Inflasi yang dominan dipengaruhi oleh shocks (kejutan) dalam kelompok bahan makanan seperti panen, gangguan alam, atau faktor perkembangan harga komoditas pangan domestik maupun perkembangan harga komoditas pangan internasional.
Meski begitu, ada harga – harga yang tidak bisa dikendalikan didaerah, seperti bahan bakar minyak (BBM), tarif listrik, dan tarif transportasi. Hal tersebut dikarenakan sudah menjadi kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
ADVERTISEMENT
"Tapi terkait dengan harga – harga inti, atau harga administrasi kita tidak bisa kendalikan. Karena itu sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat,” imbuh Sagita.
Hal senada diungkapkan Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo. Bahwa pasokan bahan pokok untuk persediaan menjelang bulan ramadhan cukup melimpah. Masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir, dan tidak perlu belanja berlebihan.
“Belanja secukupnya saja,” ungkap Gunawan Purbowo, Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo.
Selain itu, pengawasan akan diperketat dan terus dilakukan kepada para pedagang yang memainkan harga pasar.
---
Reporter : Tomy Pramono
Editor : Febriandy Abidin
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan