Pencarian populer
News

Menikmati Akhir Pekan di Desa Laut Torosiaje

Salah seorang warga yang berprofesi sebagai ojek laut, sedang melintas ditengah pemukiman Suku Bajo menuju pelabuhan untuk menjemput pelancong. Foto : Renal Husa/banthayoid

BANTHAYO.ID - Gorontalo memiliki beberapa tempat tujuan wisata yang menarik dan perlu dikunjungi saat akhir pekan. Untuk sekadar melepas lelah atau mengajak keluarga berlibur. Desa Torosiaje bisa menjadi pilihan. Memiliki keunikan karena desa itu dibangun di atas laut.

Desa itu terletak di Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Untuk mencapainya, butuh waktu sekitar tujuh jam perjalanan dari Kota Gorontalo, jika mengendarai mobil.

Sampai di sana, kita akan menemui pesisir pantai Torosiaje. Ojek laut menjadi satu-satunya akses menuju Desa Torosiaje, karena jaraknya lebih dari 600 meter. Ojek laut adalah sebutan masyarakat Torosiaje untuk perahu yang sering mengantarkan pelancong ke tempat mereka. Cukup membayar Rp 2.000 hingha Rp 4.000 per orang, ojek laut akan berlayar ke Desa Torosiaje tempat tujuan, dengan waktu tempuh sekitar 10 sampai 15 menit.

Sepanjang perjalanan, hamparan mangrove akan memanjakan mata pengunjung. Setelah itu pengunjung akan disambut deretan rumah yang berdiri kokoh di atas karang mati Teluk Tomini. Tak ada debu. Tak ada polusi.

Jika ingin berswafoto, kita bisa pergi ke dermaga yang terletak di ujung desa. Jangan khawatir dengan sengatan matahari, karena sepanjang desa ini dibangun jembatan beratap yang mengelilingi kampung dan menghubungkan rumah-rumah warga.

Kita juga bisa menikmati matahari pantai sambil melakukan aktivitas selam, melihat terumbu karang atau ikan-ikan dengan mengunjungi beberapa pulau yang tak jauh letaknya dari desa. Kita bisa menyewa satu perahu dengan harga Rp 350.000 yang siap mengantar pulang pergi. Jika ingin berkeliling selama seharian dengan perahu, kita bisa membayar Rp 750.000. Apabila beruntung, kita bisa berjumpa dengan orang Bajo yang sedang menangkap ikan menaiki perahu sekaligus menjadi rumahnya.

Deretan rumah warga yang ada di Desa Torosiaje, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Foto : Renal Husa/banthayoid

Jika ingin menginap, kita bisa memilih tinggal di penginapan yang tersedia di tempat itu. Sewa kamar bervariasi. Mulai dari Rp150 ribu hingga Rp 400 ribu setiap kamar.

Desa Laut Torosiaje adalah desa yang sering dikunjungi oleh pelancong dari dalam atau luar daerah. Tujuan mereka untuk melihat kampung Bajo. Meskipun suku Bajo ada di beberapa daerah yang ada di Gorontalo, tapi Torosiaje menjadi tempat favorit. Untuk melihat tempat tinggal masyarakat Bajo yang di reklamasi dari karang mati.

Masyarakat yang tinggal di Desa Torosiaje adalah Suku Bajo yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Awalnya hanya sepuluh rumah yang ada di Desa Torosiaje, seperti yang diungkapkan Yotje Repi, salah satu tokoh masyarakat, “pada tahun 1901, hanya 10 rumah yang ada disini, mereka adalah suku Bajo yang datang dari Tomini, Sulawesi Tengah,” katanya, Rabu (6/3).

Nama desa itu pun, terangnya, diambil dari salah satu warga di sana. Toro artinya tanjung, Siaje (si aji) adalah sebutan orang yang pertama kali tinggal disini, dia juga menjadi kepala desa pertama.

“Masyarakat menyebut desa ini dengan ‘toro si aji/ teluk si aji’ hingga nama itu melekat dan dijadikan nama desa hingga saat ini,” lanjutnya.

Desa ini tidak memiliki tambatan perahu, mereka bisa melabuhkan perahunya di kolong dan depan rumahnya. Foto : Renal Husa/banthayoid

Dia juga menerangkan jika sebelumnya, untuk pergi dari rumah ke rumah, mereka menggunakan perahu dayung, tetapi pada tahun 2004 pemerintah membangun jembatan untuk menghubungkan rumah satu dengan rumah lainnya.

Meskipun rumah mereka dibangun di laut, tetapi ombak tidak pernah memecah di rumah-rumah mereka. “Belum pernah ombak besar menghantam rumah di sini. Mungkin karena desa ini terletak di teluk. Kemarin hanya angin besar yang membuat atap rumah beberapa warga terlepas, selain itu kami disini hanya kesulitan air,” kata Rena Pasandre, warga Torosiaje.

Masyarakat Torosiaje juga memanfaatkan laut untuk budidaya keramba yang diletakan di kolong atau depan rumahnya. Kita bisa menikmati ikan segar yang ada di keramba warga itu jika mau. Selain itu, di sana ada warung dan tempat makan.

Beberapa pengunjung saat di jumpai di tempat itu mengatakan, “desa ini unik karena dibangun diatas laut, masyarakatnya pun ramah dengan pelancong yang berkunjung seperti saya,” ujar Iyas. “Ikannya segar-segar, dan bisa dijumpai di hampir setiap rumah-rumah warga,” lanjutnya.

Fakta unik tentang suku Bajo, mereka dikenal dengan julukan gipsi laut, hebat dalam menaklukkan ombak dan berpengalaman dalam mengarungi lautan. mereka pun tidak menetap disatu tempat untuk tinggal, mereka lebih memilih untuk berpindah-pindah. Selain di Pohuwato, suku Bajo bisa ditemui di Kabupaten Boalemo.

Anak-anak di Desa Torosiaje ikut membantu memberi makan ikan di keramba yang ada di depan rumahnya. Foto : Renal Husa/banthayoid

Anak-anak suku Bajo dibiasakan dengan laut dan perahu. Jika di kota kita melihat anak-anak yang mengendarai motor, anak-anak di desa ini berbeda. Mereka bisa mengendalikan perahu mesin milik orang tuanya. Meliuk-liuk di atas perahu sepertinya hal yang biasa bagi mereka.

Orang dewasa yang ada di suku Bajo, kata Yotje, bisa menyelam tanpa menggunakan alat selam.

“Mereka sanggup berlama-lama saat menyelam dilautan, durasinya bisa mencapai hingga 10 hingha 15 menit, tanpa bantuan alat selam, bahkan mereka tidak merasa kedinginan berlama-lama berendam di laut saat malam.”

Sekarang, lanjut Yotje, hanya beberapa orang saja yang masih bisa melakukannya. Mereka sudah menggunakan kompresor udara saat menyelam untuk memanah ikan.

---

Reporter : Renal Husa

Editor : Febriandy Abidin

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: