Minim Anggaran, Penganugerahan Gelar Adat untuk Bupati Gorontalo Ditunda

Konten Media Partner
3 September 2022 8:47
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo. Sabtu, (3/9). Foto: Dok istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo. Sabtu, (3/9). Foto: Dok istimewa
ADVERTISEMENT
Gorontalo-Pemberian gelar adat kepada Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo batal dilaksanakan. Pembatalan pemberian gelar adat kepada Nelson disebabkan sejumlah pertimbangan, di antaranya Pemda Kabupaten Gorontalo saat ini masih fokus terhadap pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Hingga keterbatasan anggaran.
ADVERTISEMENT
Pernyataannya ini disampaikan bupati usai melantik pengurus Korpri, Jumat (2/9/), di Batudaa Pantai kemarin.
“Penganugerahan gelar adat itu butuh biaya besar, makanya ditunda tahun depan,” tegas Nelson.
Nelson bilang, penundaan gelar adat sesuai penekanan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian saat melakukan pertemuan dengan para kepala daerah di Gorontalo pada Kamis, (1/9) lalu. Tito meminta para kepada daerah agar fokus terhadap penanganan dan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Kita fokus untuk pemulihan ekonomi dulu, sehingga lebih baik penganugerahannya ditunda," sambung Nelson.
Dikutip dari berbagai sumber, “pulanga” adalah salah satu upacara adat masyarakat Gorontalo. “pulanga” merupakan upacara pemberian atau penganugerahan gelar jabatan yang diberikan oleh dewan adat Gorontalo, kepada seorang pejabat dalam lingkungan pemerintahan, mulai dari gubernur, bupati dan wali kota.
ADVERTISEMENT
“Pulanga” pada hakikatnya untuk mengukur seseorang dalam jabatannya sebagai sumber panutan dalam setiap aktivitasnya sebagai pemimpin yang dipercaya rakyat.
Pemberian “pulanga” sendiri mengandung tanggung jawab yang berat bagi yang bersangkutan, bukan saja di dunia tapi juga di akhirat kelak. Maka sangat dianjurkan bagi seorang pemimpin yang diberi gelar adat agar menyeimbangkan antara akal dan hukum Islam.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·