Corona Meningkat, Wali Kota Batam Larang ASN Pergi ke Luar Kota

Konten Media Partner
10 Februari 2022 15:40
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Corona Meningkat, Wali Kota Batam Larang ASN Pergi ke Luar Kota (84010)
zoom-in-whitePerbesar
Sebaran kasus Corona di seluruh kecamatan Kota Batam. (Foto: Satgas Covid-19 Kota Batam)
ADVERTISEMENT
Batam, Batamnews - Jumlah kasus aktif COVID-19 di Kota Batam, Kepulauan Riau hingga 9 Februari 2022 telah mencapai 269 orang. Penambahan kasus dalam satu hari tercatat sebanyak 72 orang dan ini yang terbanyak dalam dua bulan terakhir.
ADVERTISEMENT
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi meminta masyarakat Batam untuk lebih memperketat protokol kesehatan, karena varian Omicron sudah ditemukan di Batam.
“Transmisi lokal saat ini memang mengalami kenaikan, hari ini sudah 200 lebih kasus aktif saya sudah ingatkan dan meminta sekali tolong masker, masker dan masker jangan dilepas. Ini sangat penting. Guna mengurangi paparan virus COVID-19,” ujar Rudi di Belakangpadang, Rabu (9/2/2022).
Ia menegaskan saat ini semua pasien yang memiliki gejala ringan juga wajib dirawat di rumah sakit. Tidak ada pasien yang Isolasi Mandiri (Isoman).
Larangan bagi ASN untuk keluar kota juga sudah dikeluarkan. Hal ini dilakukan guna meminimalisir adanya virus dari luar kota.
Saat ini, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Batam masih pada level 1. Namun tetap harus diperhatikan, bahwa prokes harus diperketat lagi
ADVERTISEMENT
Di samping itu, kegiatan masyarakat yang berusaha, pertemuan, hajatan, dan ibadah masih diperbolehkan dengan kapasitas 75 persen saja.
"Sementara ini biar begini saja dulu. Semua jalan seperti biasa, dan saya sudah perintahkan Satpol PP baik di tingkat kelurahan, kecamatan maupun kota untuk turun dan melakukan razia protkes," kata dia.
Pihaknya tidak mau mengambil kebijakan yang membuat keraguan di masyarakat. Untuk saat ini langkah preventif pencegahan penyebaran virus COVID-19 masih diutamakan.
"Saya tidak ingin masyarakat berpikir pemerintah tidak punya kepastian. Anak-anak memang penting untuk dilindungi, makanya saya ingin melihat dulu perkembangan kasus. Kalau memang dibutuhkan untuk belajar daring, nanti akan diputuskan," ucapnya.
ADVERTISEMENT
(ret)
Baca berita lainnya di www.batamnews.co.id
Berita ini pertama kali terbit di
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020