News
·
26 November 2020 13:13

Direskrimum Kombes Ari Dharmanto Awasi Terus Kasus Perdagangan Orang di Kepri

Konten ini diproduksi oleh BATAMNEWS
Direskrimum Kombes Ari Dharmanto Awasi Terus Kasus Perdagangan Orang di Kepri (410142)
Direskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Arie Dharmanto. (Foto: Yude/Batamnews)
Batam - Sejumlah kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) acap kali diungkap Polda Kepri. Hal ini terkait penyelundupan orang berupa pengiriman tenaga kerja/pekerja migran secara ilegal ke negara tetangga.
ADVERTISEMENT
TPPO sangat berpotensi terhadap tindak kekerasan terhadap perempuan. Kepri menjadi daerah yang kerap dijadikan jalur ilegal bagi para calo PMI ilegal. Pulau Batam dan Bintan sangat dekat dengan jiran seperti Singapura dan Malaysia.
Kombes Arie sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, mengatakan sudah sering mengungkap kasus TPPO.
Salah satu kasus, diantaranya seorang wanita yang disekap di kawasan Batuaji. Wanita itu meminta pertolongan melalui media sosial.
Polda Kepri yang mendapatkan informasi langsung menindaklanjuti. Wanita yang mengaku telah disekap selama beberapa hari dan akan dijadikan pekerja migran ilegal ke luar negeri itu akhirnya dapat diselamatkan.
“Perempuan ini makhluk yang rentan ya, bisa dikatakan sosok yang lemah, selalu dalam intimidasi dan cenderung eksploitasi serta pelecehan seksual. Kebanyakan korban TPPO itu adalah perempuan,” ujar Arie.
ADVERTISEMENT
Apabila mereka masuk jiran melalui jalur ilegal, tentunya orang yang menampung perempuan tersebut merasa para wanita ini dalam penguasaannya.
“Jadi itu yang akhirnya cenderung adanya tindak kekerasan dan eksploitasi. Tidak digaji, atau digaji seenaknya, atau digaji tapi adanya penyiksaan,” ucapnya.
Dihari Anti Kekerasan Perempuan yang jatuh 25 November, Arie menyebutkan bahwa saat ini tindak kekerasan yang dialami oleh perempuan dan anak masih mendominasi, terutama di Kepri.
Dalam peringatan hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak ini, Arie berharap masyarakat peduli terhadap lingkungan sekitar, khususnya kepada perempuan dan anak.
“Menghargai hak-hak harkat dan martabat perempuan dan anak, itu yang paling penting,” ucap Arie.
(ude)
Baca berita lainnya di www.batamnews.co.id
Berita ini pertama kali terbit di
ADVERTISEMENT