News
·
29 Juli 2021 10:19
·
waktu baca 2 menit

Geger Demo Bawa Mayat ke Pemko Batam, Aksi Berlangsung Singkat

Konten ini diproduksi oleh BATAMNEWS
Geger Demo Bawa Mayat ke Pemko Batam, Aksi Berlangsung Singkat (171367)
searchPerbesar
Demo keluarga Fransisca dan warga Pasar Induk Jodoh dengan membawa jenazah. (Foto: Batamnews)
Batam, Batamnews - Sejumlah warga menggeruduk Kantor Pemko dan DPRD Kota Batam, Rabu (28/7/2021). Mereka melakukan demonstrasi atas meninggalnya seorang warga, Fransisca (42), saat penggusuran Pasar Induk Jodoh.
ADVERTISEMENT
Penggusuran itu terjadi, Senin (26/7/2021). Mereka meminta pemerintah bertanggung jawab. Fransisca diduga meninggal akibat kelelahan dan sakit saat tim gabungan datang untuk merobohkan bangunan Pasar Induk.
Aksi mereka hanya berlangsung singkat. Pada awalnya massa masuk ke kawasan depan kantor Wali Kota Batam.
Saat itu, mereka meminta Wali Kota Batam untuk keluar menemui mereka, namun keinginan tersebut tidak terwujud.
Setelah itu massa menuju kantor DPRD Batam, hal senada juga disampaikan mereka. Yaitu ingin berjumpa wakil rakyat tersebut. Akan tetapi tidak berlama-lama, massa meninggalkan kantor dewan.
Pada kesempatan itu, massa yang datang juga turut serta keluarga Priska yang membawa jenazah yang telah dimasukkan ke dalam peti dengan menggunakan mobil ambulans.
ADVERTISEMENT
Di depan mobil ambulans ada kain putih yang bertuliskan “Korban PNS Kadisperindag Batam Gustian Riau".
Salah satu kerabat korban, Panahatan Nainggolan menyebut kedatangan mereka hanya ingin menuntut keadilan atas kematian Priska yang disebabkan oleh tindakan petugas saat proses pembongkaran.
"Kami datang ingin menuntut keadilan bagi keluarga kami. Tindakan petugas saat itu yang mengejutkan Priska tidak bisa ditolerir," ujar Panahatan di sela-sela aksi unjuk rasa, Rabu (28/7/2021).
Ia mengaku sudah melapor ke Polda Kepri, namun ditolak.
"Laporan kami ditolak oleh Polda Kepri. Dianggap tidak bisa dilanjutkan. Ini kami juga tidak tahu maksudnya apa. Sementara sudah ada yang meninggal," kata dia.
ADVERTISEMENT
Karena tidak dapat menjumpai dari wali kota maupun anggota dewan, massa kemudian meninggalkan lokasi. Mereka menuju ke lokasi pemakaman.
(ret)
Baca berita lainnya di www.batamnews.co.id