kumparan
20 Agustus 2018 11:38

Hanya Punya Satu Kaki, Abdul Buat Orang Terperangah dalam Lomba Ironman

Minggu 19 Agustus 2018, 16:02 WIB
Abdul Alim, peserta lomba Ironman asal Singapura. Kekurangan fisiknya tak membatasi diirinya untuk ikut perlombaa ekstrem di Bintan, Minggu (19/8/2018). (Foto: Ary/Batamnews)
Bintan - Dari 1.300 peserta amatir dan profesional yang mengikuti Ironman 70.3 Bintan. Hanya satu peserta yang mampu menarik simpati para penonton di Area Lagoi Bay, Kawasan Pariwisata Lagoi, Minggu (19/8/2108)
ADVERTISEMENT
Yaitu Abdul Alim. Pria berusia 45 tahun asal Singapura ini membuat penonton terperangah. Karena dia adalah penyandang disabilitas yang berhasil melibas trek renang sejauh 1,9 Km.
"Saya yakin bisa. Hasilnya memang benar, saya mampu berkompetisi dengan peserta lainnya yang memiliki anggota tubuh sempurna," ujar Abdul Alim ketika diwawancara awak media.
Dia menjelaskan kondisi tubuhnya yang tidak sempurna (tidak memiliki kaki bagian kanan) tapi tidak membuatnya malu atau minder. Melainkan menjadikannya lebih semangat untuk mengikuti event ini.
Meskipun hanya cabang renang 1,9 Km yang diikutinya. Dia mampu menyelesaikannya dengan baik dan inilah sebagai bukti dia tidak menyerah.
"Saya terus berusaha menjadi seperti yang lainnya. Itu telah terbukti," katanya.
Pria berdarah India ini mengaku sering menginjakan kaki ke Pulau Bintan. Namun hanya sekedar liburan di Lagoi saja, sedangkan mengikuti Ironman 70.3 Bintan ini merupakan pertama kalinya.
ADVERTISEMENT
"Tahun ini saya selesaikan etape renang saja. Semoga tahun depan saya bisa mengikuti balap sepeda dan lari," bebernya.
Alim berharap kepada penyandang disabilitas seperti dia tidak malu dan minder dalam menjalani kehidupan.Tetapi berbuatlah sesuatu yang lebih untuk menggapai impian yang diinginkan.
"Buktikanlah kepada mereka bahwa kita bisa berbuat hal yang sama," ucapnya.
(ary)
*Baca berita terkait lainnya di Batamnews.co.id
Berita ini pertama kali terbit di Batamnews.co.id
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan