News
·
13 April 2021 13:24

Heboh Kue Politik dengan Ansar, Rudi Larang Perpat Demo

Konten ini diproduksi oleh BATAMNEWS
Heboh Kue Politik dengan Ansar, Rudi Larang Perpat Demo (547236)
Ketua DPW Nasdem Kepri, HM Rudi. (Foto: Dok. Batamnews)
Batam, Batamnews - Isu keretakan antara Gubernur Kepri dan Wagub Marlin Agustina disinyalir akibat, bagi-bagi 'kue politik'.
ADVERTISEMENT
Bahkan ormas Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat) sebagai penyokong Marlin Agustina, pasang badan soal bagi-bagi kue politik ini. Mereka sempat mengancam demo, karena kue politik untuk Marlin tidak diberikan.
Dalam surat rencana demo Perpat, yang beredar, mereka meminta Ansar Ahmad komit soal jatah kursi Sekda dan tiga Kepala Dinas dari pihak Marlin yang notabene didukung Partai Nasdem.
Dikabarkan juga baik Golkar dan Nasdem punya kesepakatan soal bagi-bagi kursi ini, pada pertemuan di Hotel Radisson Maret lalu. Hal ini diungkap Ryan Siburian selaku Ketua Ormas sayap Partai Golkar, yakni Garda Nasional (Garnas) Kota Batam.
Ryan membeberkan adanya kesepakatan politik antara partai pengusung, termasuk Ketua NasDem Kepri M Rudi.
“Kesepakatan pernah terbangun di Hotel Radison saat itu dihadiri lima personel selaku negosiator dan Pimpinan Partai (Golkar dan NasDem) saat itu, Ada Ketua DPD I Golkar Kepri Pak Maruf, Ansar Ahmad, Ade Angga, Iskandar dan M Rudi. Ada beberapa poin penting kalau mau kita bongkar sekalian,” ucapnya.
ADVERTISEMENT
Rencana demo Perpat pun ditenggarai digerakkan oleh Ketua Nasdem Kepri, M Rudi yang merupakan Wali Kota Batam, suami dari Marlin Agustina.
Namun Rudi membantah isu itu. Rudi mengaku tidak pernah meminta Perpat untuk melakukan aksi demonstrasi.
“Tak usah ada begini-begini (demo), kalau ada demo saya yang terbawa. Saya tak pernah meminta untuk demonstrasi,” ujar Rudi di Kantor Wali Kota Batam, Senin (13/4/2021).
Ia menegaskan aksi tersebut merupakan inisiatif dari Perpat, namun dirinya meminta agar aksi demontrasi dihentikan. “Tapi kalau terbawa saya, jadi tak enak. Inikan pemerintahan. Makanya tak jadi demo. Selesai itu saja," katanya.
Terkait isu transaksi jabatan, Rudi secara tegas membantah hal tersebut. Ia hanya mengatakan belum waktunya membahas saat ini. “Belum waktunya,” katanya.
ADVERTISEMENT
(ret)
Baca berita lainnya di www.batamnews.co.id
Berita ini pertama kali terbit di