News
·
28 April 2021 10:50

Komen Facebook Diprotes PPNI, Kadiskominfo Natuna: Saya Tak Menyudutkan Perawat

Konten ini diproduksi oleh BATAMNEWS
Komen Facebook Diprotes PPNI, Kadiskominfo Natuna: Saya Tak Menyudutkan Perawat (142203)
Pertemuan antara Kadiskominfo Natuna dan PPNI Natuna. (Foto: Yanto/Batamnews)
Natuna, Batamnews - Sempat 'diserang' oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Natuna terkait komentar di facebook, Kadiskominfo Natuna, Raja Darmika buka suara.
ADVERTISEMENT
PPNI Natuna menyambangi Kantor Diskominfo mengklarifikasi sebuah komentar yang mereka protes.
Hal itu dalam postingan seorang netizen yang merepost video tiktokers Ratu Entok, terkait perawat.
Baca juga: Gegara Komen Facebook, Kadiskominfo Natuna `Diserang` Persatuan Perawat
Video itu terkait tanggapan atas kasus penganiayaan perawat di Palembang beberapa waktu lalu.
Namun jauh dari kasus itu, PPNI Natuna justru menyoroti komentar dari Kadis Kominfo Natuna.
“Akhirnya ada juga yang menyadarkan perawat," tulis Kadis Raja Darmika dalam kolom komentar postingan seorang netizen di Natuna tersebut.
PPNI Natuna bereaksi. "Apakah selama ini para perawat yang ada di Natuna ini telah salah jalan dan belum sadar, sehingga akhirnya ada yang menyadarkan?" tanya Ketua DPD PPNI Kabupaten Natuna, Harpen Suryadi.
ADVERTISEMENT
Mereka menyurati secara resmi Kadiskominfo untuk mengkoreksi komentar tersebut dan meminta agar adanya permintaan maaf.
Namun untungnya kesalahpahaman ini bisa diselesaikan dengan dialog antara Kadiskominfo Natuna, Raja Darmika dan PPNI Natuna. Pertemuan itu terjadi, Senin (26/4/2021).
"Saya harap DPD PPNI Kabupaten Natuna dapat jujur dalam hal ini, bahwa tidak ada pihak yang memprovokasi masalah ini. Saya harap, kegiatan saya bersosial-media tidak dikaitkan dengan jabatan yang saya emban saat ini. Karena sebelum saya menjabat pada posisi (Kadiskominfo) ini, saya lebih dahulu menjadi netizen yang punya hak yang sama untuk bersuara," ujar Raja.
Terkait komentar “Akhirnya ada juga yang menyadarkan perawat " menurutnya merupakan reaksi ketika melihat video tiktok Ratu Entok.
ADVERTISEMENT
"Saya memaknai video tersebut sebagai kritik atau koreksi bagi perawat untuk berbenah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat atau pasien," ucapnya.
"Kita sebagai pelayan publik tidak boleh 'bertelinga tipis'. Saya tidak menyudutkan perawat apalagi perawat Natuna. Saya tidak dalam menggiring opini kepada para perawat Natuna, itu hanya respon kalimat Ratu Entok yang berkali kali menyampaikan 'sadarlah...sadarlah perawat, jangan menyepelekan pasien'," tutur Raja Darmika.
Ia pun berharap hal ini menjadi langkah yang baik untuk mengedukasi netizen agar lebih bijak beraktivitas di sosial media. "Tidak ada indikasi dan tujuan melecehkan suatu profesi atau instansi," ucapnya.
Kedua pihak akhirnya sepakat untuk dapat melakukan koreksi dan melakukan perbaikan pelayanan kedepannya.
ADVERTISEMENT
(Yan)
Baca berita lainnya di www.batamnews.co.id
Berita ini pertama kali terbit di