Ombudsman Minta PLN Karimun Kurangi Durasi Pemadaman Bergilir

Konten Media Partner
27 Mei 2022 14:46
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri Dr.Lagat Parroha Patar Siadari
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri Dr.Lagat Parroha Patar Siadari
ADVERTISEMENT
Batam, Batamnews - Ombusdman RI Kepulauan Riau (Kepri) meminta agar PLN Karimun mempercepat pemulihan pembangkit agar dapat segera bekerja secara maksimal.
ADVERTISEMENT
Hal ini menanggapi pemadaman bergilir, karena terjadi kerusakan pembangkit listrik berdaya 2x7 megawatt (MW).
Berdasarkan penuturan Kepala Cabang PLN wilayah Kepri kepada Kepala Perwakilan Ombusdman Kepri, Lagat Siadari bahwa kerusakan pembangkit listrik telah berhasil dipulihkan. Namun belum dapat beroperasi secara maksimal.
“Beliau katakan, kemampuan daya listrik pembangkit usai dilakukan maintenance hanya 5 megawatt, jadi saya minta pihak PLN percepat progress recoverynya supaya segera beroperasi maksimal,” sebut Lagat dalam keterangan tertulis, Kamis (26/5/2022).
Selain mempercepat progress recovery, Ombusdman Kepri juga meminta PLN agar mengaktifkan pembangkit alternatif tenaga diesel.
Pembangkit ini berasal dari Bangka Belitung, yang akan dikirimkan ke Karimun. Agar dapat menutupi kekurangan daya listrik yang meningkat pasca lebaran dan kenaikan suhu.
ADVERTISEMENT
“Pembangkit alternatif itu, informasinya dipasang pertengahan Juni 2022, namun saya minta percepat seminggu lebih awal agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi bersamaan dengan semakin membaiknya fungsi pembangkit yang sempat rusak,” katanya.
Peningkatan suhu bumi yang terjadi beberapa waktu belajangan ini membuat beban listrik semakin bertambah. Sehingga terhadi tren kenaikan puncak kebutuhan daya listrik pasca lebara dari yang awalnya 28-29 MW menjadi 36 MW.
Oleh karena itu memang sudah waktunya agar pembangkit alternatif segera diaktifkan, untuk memenuhi kebutuhan listrik di Karimun.
Untuk saat ini, Lagat berharap agar PLN melakukan manajemen pengurangan durasi pemadaman listrik agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
“Menunggu pembangkit utama serta pembangkit alternatif bekerja dengan baik, saya harap PLN bisa kurangi durasi pemadaman listrik. Biasanya 4-5 jam pertitik perhari, mungkin bisa dikurangi jadi 3 jam saja agar tidak terlalu ganggu aktivitas masyarakat,” kata dia.
ADVERTISEMENT
(ret)
Baca berita lainnya di www.batamnews.co.id
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020