News
·
23 September 2020 16:28

RSKI Galang Penuh, BP Batam Pakai Rusun untuk Tampung Pasien COVID-19

Konten ini diproduksi oleh BATAMNEWS
RSKI Galang Penuh, BP Batam Pakai Rusun untuk Tampung Pasien COVID-19 (229)
ilustrasi
Jakarta - Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) Muhammad Rudi menyampaikan Rumah Sakit (RS) Pulau Galang yang dibangun pemerintah pusat untuk pasien COVID-19 sudah penuh karena hanya memiliki daya tampung sebanyak 350 orang.
ADVERTISEMENT
Padahal, awalnya RS tersebut dipersiapkan untuk dapat menampung seribu pasien Corona khusus dari luar negeri. Alhasil, kata Rudi, rumah susun milik BP Batam harus digunakan sebagai rumah sakit darurat yang menampung pasien COVID-19.
"COVID-19 di Batam 1.200 lebih dan ini jadi masalah buat kami karena rumah sakit sudah tidak mampu menampung. Rumah Sakit Galang yang dibangun pemerintah hanya mampu menampung 350 orang saja, rumah sakit kami juga terbatas sehingga hari ini kami menggunakan rumah susun," ujar Rudi saat rapat bersama Komisi VI DPR RI Selasa (22/9/2020).
Sekitar Maret hingga Juni, lanjut Rudi, BP Batam juga menggunakan sebagian anggarannya untuk memberikan bantuan sosial berupa sembako kepada warga terdampak COVID-19.
Saat itu, nyaris seluruh aktivitas perekonomian di Batam terganggu dan banyak warga kehilangan mata pencaharian.
ADVERTISEMENT
Namun, ketika memasuki masa adaptasi kebiasaan baru atau new normal, jumlah kasus COVID-19 kembali memuncak dan jumlah korban terdampak kian banyak.
Akhirnya bantuan sosial untuk warga dihentikan oleh BP Batam karena ketiadaan anggaran. Untuk tahun depan, Rugi juga tak yakin apakah lembaganya dapat kembali memberikan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak COVID-19.
Pasalnya, anggaran yang disetujui Komisi VI DPR sebesar Rp2,01 triliun terpakai untuk membiayai operasional lembaganya serta menjalankan penugasan dari pemerintah. Ia menuturkan Rp816,73 miliar dari total anggaran tersebut digunakan untuk program dukungan manajemen sementara Rp1,197 triliun sisanya digunakan untuk pengembangan kawasan strategis.
"Sebelumnya, hanya 104 orang yang kena (COVID-19). Setelah Juni, Agustus, sampai sekarang karena anggaran tidak cukup tidak akan kami lakukan lagi," terangnya.
ADVERTISEMENT
Baca berita lainnya di www.batamnews.co.id
Berita ini pertama kali terbit di