News
·
30 Juli 2021 16:11
·
waktu baca 1 menit

BOR Rumah Sakit di Solo Mulai Turun di Bawah 90%

Konten ini diproduksi oleh Bengawan News
BOR Rumah Sakit di Solo Mulai Turun di Bawah 90% (459567)
searchPerbesar
Bed Occupancy Rate (BOR) Rumah Sakit di Kota Solo mengalami penurunan yang awalnya berada di atas 90% untuk BED isolasi maupun BED ICU COVID-19
SOLO - Bed Occupancy Rate (BOR) Rumah Sakit di Kota Solo mengalami penurunan yang awalnya berada di atas 90% untuk BED isolasi maupun BED ICU COVID-19.
ADVERTISEMENT
Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan, turunnya BOR di rumah sakit di Kota Solo per Kamis siang di bawah  90% atau tepatnya 84% untuk bed isolasi biasa maupun ICU.
"Total kapasitas tempat tidur di 16 rumah sakit rujukan COVID-19, baik lini pertama dan kedua di Solo mencapai 1.227 unit. Kendati BOR keduanya tampak turun, namun BOR ICU-nya hampir 91% sedangkan BOR isolasinya 77,98% dan total keseluruhan BOR 84%," katanya, Jumat (30/07/2021).
Meski ada penurunan, Ning sapaan akrabnya menegaskan turunnya BOR ini tidak bisa dibilang kasus mulai turun, karena faktanya, tambahan kasus sejak awal pekan ini masih di atas 200-an.
Penurunan BOR salah satunya juga disebabkan karena pemerintah daerah mulai menyediakan gedung isolasi terpusat bagi pasien bergejala ringan. "Sehingga, mereka yang dirawat di RS adalah yang sudah bergejala sedang hingga berat," terangnya.
ADVERTISEMENT
Secara terpisah, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Moewardi, Cahyono Hadi menyebutkan telah membongkar satu dari dari empat tenda yang didirikan di depan ruang IGD. Dari tiga tenda besar dan satu tenda kecil, hanya tersisa dua tenda besar dan satu tenda kecil.
"Belum dibongkar semua untuk berjaga-jaga. Tinggal tiga tenda," kata Cahyono.
Ia mengaku, kapasitas total di RSUD Moewardi ada 635 tempat tidur, tinggal terisi 400.
Jumlah itu termasuk tempat tidur ICU (Intensive Care Unit), "Sudah berkurang lumayan banyak pasien yang dirawat di RSDM," tutupnya. (Tara Wahyu)