News
·
22 April 2021 21:08

Catat, Warga Luar Kota yang Menginap di Solo Wajib Bawa SIKM

Konten ini diproduksi oleh Bengawan News
Catat, Warga Luar Kota yang Menginap di Solo Wajib Bawa SIKM (182124)
Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa (dok)
SOLO-Pemerintah Kota Solo mewajibkan semua warga dari luar kota yang menginap di Solo untuk membawa Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). Mereka mengancam akan mengkarantina pendatang yang tidak membawa surat tersebut, termasuk para pemudik.
ADVERTISEMENT
"Untuk tamu yang menginap di Solo wajib membawa surat izin itu," kata Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, Kamis (22/04/2021). Kewajiban itu menurutnya tidak berlaku bagi pendatang yang hanya bertamu tanpa menginap.
Teguh menyebut pihaknya akan mengoptimalkan peran Satgas Jogo Tonggo yang sudah terbentuk di setiap kampung. Mereka diminta untuk memantau wilayahnya masing-masing dan mengawasi ketat tamu yang datang berkunjung selama lebaran ini.
Satgas tersebut juga diminta untuk memeriksa persyaratan administrasi jika menemukan adanya pendatang yang menginap. "Kalau menginap harus menunjukkan surat Izin tersebut," katanya.
Pemkot Solo akan melakukan tindakan tegas terhadap pendatang yang menginap tanpa memiliki SIKM. Tindakan tersebut berupa karantina selama 5 hari di lokasi yang telah disiapkan, yaitu di gedung Solo Technopark.
ADVERTISEMENT
Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) yang harus dibawa oleh pendatang sebenarnya mirip dengan surat jalan. Surat itu dikeluarkan oleh perangkat desa atau kelurahan dari tempat pendatang berasal. Isinya harus menyebutkan bahwa daerah asal dari pendatang tersebut merupakan zona hijau.
Dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Solo Nomor 067/1156 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro, selain membawa SIKM, pendatang juga harus memiliki hasil tes PCR atau rapid test Antigen yang menunjukkan hasil negatif.
SIKM itu juga bersifat individual dan berlaku untuk sekali perjalanan menuju Kota Solo. Sedangkan pendatang yang berusia di bawah 17 tahun tidak diwajibkan membawa surat tersebut.
(Tara Wahyu)