News
·
3 Agustus 2021 19:31
·
waktu baca 2 menit

Cerita Ayah Soal Qadafi, Pelatih Bulu Tangkis yang Poles Kevin Cordon

Konten ini diproduksi oleh Bengawan News
Cerita Ayah Soal Qadafi, Pelatih Bulu Tangkis yang Poles Kevin Cordon (945603)
searchPerbesar
Suratman, ayah Muamar Qadafi yang menjadi pelatih bulu tangkis di Guatemala.
SOLO-Nama Muamar Qadafi banyak disebut-sebut dibalik kesuksesan pemain bulu tangkis asal Guatemala Kevin Cordon yang berhasil menembus semifinal olimpiade. Qadafi merupakan pelatih asal Indonesia yang telah memoles kemampuan Kevin.
ADVERTISEMENT
Keluarga Qadafi saat ini masih tinggal di Desa Cemani, Kecamatan Grogol Sukoharjo. "Qadafi mengenal bulu tangkis sejak kelas 2 Sekolah Dasar," kata ayahnya, Suratman, Selasa (03/08/2021).
Suratman merupakan sosok yang mengenalkan Qadafi dengan olahraga bulu tangkis. Saat itu dia menjadi pengelola kantin di salah satu gedung olahraga di Kota Solo. Gedung itu digunakan sebagai tempat berlatih bulu tangkis oleh anak-anak dari Golden Star Club.
Dia lantas tertarik untuk mengikutkan Qadafi di klub tersebut. "Waktu saya tawari, Qadafi mau untuk ikut," katanya. Beberapa saat kemudian Qadafi sudah ikut berlatih di klub tersebut.
Qadafi ternyata cukup berbakat. Anak pasangan Suratman dengan Nurlaili itu banyak menorehkan prestasi baik di tingkat lokal maupun nasional.
ADVERTISEMENT
Beberapa waktu kemudian Qadafi berpindah dari Golden Star Klub ke PB Djarum.
Sekitar 2009, Qadafi lantas menjajal pengalaman ke luar negeri bersama kawan-kawannya untuk menjadi pelatih. Negara tujuan pertamanya adalah Peru.
Dia juga sempat beberapa kali berpindah seperti di Brasil dan Meksiko. Terakhir, dia menjadi seorang pelatih di Guatemala. Di negara itu dia melatih beberapa pemain bulu tangkis, diantaranya Kevin Condon.
"Alhamdulillah, Qadafi mampu membawa anak didiknya hingga ke olimpiade," kata Suratman.
Menurut Suratman, beberapa waktu terakhir dia cukup aktif berkontak dengan anaknya yang sedang berada di Tokyo untuk mendampingi Kevin. Rencananya, Qadafi akan pulang ke Indonesia setelah olimpiade selesai.
Alasannya, kontraknya sebagai pelatih di Guatemala saat ini telah habis. Selanjutnya, Qadafi akan pulang ke Indonesia sebelum nantinya bertolak ke Ukraina untuk menjadi pelatih di negara itu.
ADVERTISEMENT
(Agung Santoso)