Daftarkan Citayam Fashion Week ke DJKI, Warga Sukoharjo Berniat Bikin Yayasan

Konten Media Partner
30 Juli 2022 15:16
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Warga Sukoharjo yang mendaftarkan merek Citayam Fashion Week ke DJKI Kemenkumham, Daniel Handoko Santoso. FOTO: Fernando Fitusia
zoom-in-whitePerbesar
Warga Sukoharjo yang mendaftarkan merek Citayam Fashion Week ke DJKI Kemenkumham, Daniel Handoko Santoso. FOTO: Fernando Fitusia
ADVERTISEMENT
SUKOHARJO - Merek Citayam Fashion Week (CFW) yang sebelumnya didaftarkan Baim Wong dan Indigo Aditya Nugroho ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), ternyata juga didaftarkan warga Sukoharjo bernama Daniel Handoko Santoso (35).
ADVERTISEMENT
Berbeda dengan Baim Wong dan Indigo yang sudah mencabut pendaftaran tersebut, Daniel memilih mempertahankan pendaftaran merek CFW di kelas 25 jenis barang atau jenis fashion.
“Jenis pakaian yang saya daftarkan banyak. Hampir semua pakaian seperti kemeja, kaos, jaket, celana, celana jin, sampai celana dalam saya juga daftarkan. Sepatu, ikat kepala, aksesoris-aksesoris pakaian saya daftarkan semua. Sarung, hampir semuanya,” ungkap Daniel ketika dikonfirmasi, Sabtu (30/07/2022).
Menurut Daniel pendaftaran merek CFW tersebut masih dalam proses.
“Saya sudah daftarkan tanggal 24 Juli kemarin. Sekarang masih dalam proses. Proses ini kan nggak instan, butuh waktu. Mungkin 9 bulan baru dinyatakan siapa yang mempunyai hak. Berita terakhir, Kemenkumham bikin tim khusus untuk pendaftaran CFW, jadi ini bolanya di Kemenkumham Dirjen HAKI,” urainya.
ADVERTISEMENT
Ia mengeklaim, sengaja mendaftarkan merek CFW karena khawatir jika event yang mendadak viral akan menghilang secara tiba-tiba.
“Ini penyampaian gagasan saya, lewat pendaftaran HAKI itu. Karena CFW istilahnya dari masyarakat, boleh dong saya (sebagai) masyarakat Indonesia menyuarakan lewat kelas 25 itu.”
Warga Sukoharjo pendaftar merek CFW, Daniel Handoko Santoso, menunjukkan metaverse miliknya. FOTO: Fernando Fitusia
zoom-in-whitePerbesar
Warga Sukoharjo pendaftar merek CFW, Daniel Handoko Santoso, menunjukkan metaverse miliknya. FOTO: Fernando Fitusia
“Saat melihat fenomena ini, rasa-rasanya pemerintah membiarkan ini organik. Saya tergerak aja pengen menyuarakan, tapi saya bingung mau mulai dari mana. Akhirnya berpikir untuk mendaftarkan produknya, karena fashion show erat kaitannya dengan produk, selain acara,” imbuh Daniel.
Daniel menegaskan bahwa ia tak mencari keuntungan pribadi.
Concern saya bukan mau menguasai merek itu. Concern saya membuat viralnya CFW ini jangan sampai hilang mendadak. Saya lihat CFW bisa jadi sarana pemerintah untuk mengenalkan produk-produk dan budaya lokal,” tandasnya.
ADVERTISEMENT
Bahkan seandainya pendaftaran merek ini disetujui Kemenkumham, Daniel mengaku berniat membuat CFW menjadi yayasan.
Metaverse Kota Maya milik warga Sukoharjo pendaftar merek CFW, Daniel Handoko Santoso. FOTO: Fernando Fitusia
zoom-in-whitePerbesar
Metaverse Kota Maya milik warga Sukoharjo pendaftar merek CFW, Daniel Handoko Santoso. FOTO: Fernando Fitusia
“Saya punya ide bikin yayasan Citayam Fashion Week, untuk mengayomi masyarakat. Saya ini juga kerja sama dengan Solo Batik Carnival (SBC). Itu Yayasan SBC juga mengayomi anak anak yang mau bikin kostum. Diajari di sana gratis,” urai Daniel
Namun pemilik metaverse Kota Maya ini menganggap idenya tak merugikan siapa pun.
“Ide saya itu adalah untuk win-win (solution). Yaitu yayasan. Karena yayasan kan bisa ngarahin, tapi tetap ada penanggung jawab,” tegas dia.
(Fernando Fitusia)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020