kumparan
17 Sep 2019 2:16 WIB

DPC PDIP Tegaskan Aturan Partai dalam Penjaringan Calon Wali Kota

Achmad Purnomo dan Teguh Prakosocalon Wali Kota dan Wakil Walikota yang di daftarkan melalui DPC PDI Perjuangan Kota Solo. (Agung Santoso)
SOLO - Sesuai Peraturan Partai (PP) nomer 24 tahun 2017 tentang proses penjaringan dan penyaringan Calon Walikota dan Wakilnya. Dalam pasal 10 ayat 4 kalau DPP partai menyampaikan DPD dan DPC jika memenuhi 24% suara atau 20 kursi di DPRD maka dilakukan secara tertutup.
ADVERTISEMENT
Saat ini DPC PDIP Kota Solo mempunyai 2 kandidat nama yang akan di calonkan menjadi Walikota Solo yaitu Achmad Purnomo (Wakil Walikota Solo saat ini) dan Teguh Prakosa anggota DPRD Kota Solo. Hal ini disampaikan Ketua DPC PDI Perjungan Kota solo F.X Hadi Rudyatmo, usai menerima pendaftaran, Senin (16/09).
Dibandingkan tahun lalu, penjaringan tahun ini tidak diumumkan ke publik tapi hanya di internal partai. Hal dilakukan setelah banyak yang tidak komitmen terhadap PDI Perjuangan dan hanya digunakan sebagai tunggangan politik ketika Pilkada. Selanjutnya ada tokoh yang mendaftar dari partai lain seperti Gibran. Rudi mengatakan bahwa untuk mendaftar wajib memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA).
"Silakan kalau mas Gibran mau daftar juga boleh asal memenuhi syarat tadi, punya KTA," kata Rudy.
ADVERTISEMENT
Ada syarat yang harus dipenuhi bakal Calon Walikota dan Wakilnya yakni memiliki KTA, tidak terlibat konggres PDI di Medan dan Palu. Bahkan harus memiliki rekomendasi dari tingkat pengurus ranting serta berpengalaman.
"Tapi rekomendasi tetap di DPP, siapapun yang nanti dapat rekomendasi dari DPP akan kita ikuti," papar Rudy
Wakil Walikota Solo Achmad Purnomo mengatakan dirinya mencalonkan karena langkah dalam berpolitik dan mendapat aspirasi kalangan masyarakat. Achmad Purnomo memilih pasangan Teguh Prakoso karena memiliki pengalaman menjadi anggota dewan 15 tahun. Sedangkan bakal calon wakilnya ini mengatakan sama seperti bakal calon Walikota sekaligus menjalankan kembali Misi dan Visi partai untuk rakyat.
"Untuk nama pasangan atau penggabungan nama unik nantinya, setelah kita dapat rekomendasi dari DPP dan kita serahkan teman-teman yang memiliki wacana kreatif," jelasnya.
ADVERTISEMENT
(Agung Santoso)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan